Hujan, Harga Cabai Naik Jadi Rp 60 Ribu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tanaman cabai merah. ANTARA/Saiful Bahri

    Ilustrasi tanaman cabai merah. ANTARA/Saiful Bahri

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga cabai keriting merah melonjak di pasar tradisional Jakarta akibat hujan. Hal itu membuat pasokan berkurang. Di Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, harga cabai merah keriting hari ini mencapai Rp 60 ribu per kilogram. Angka itu naik dari Rp 35 ribu-40 ribu per kilogram pada pekan lalu.

    "Empat hari ini naik terus," kata Zaenab, pedagang sayur di Mampang Prapatan, Senin, 10 Oktober 2016. Kenaikan harga cabai, menurut Zaenab, terjadi akibat tingginya curah hujan. "Barangnya cuma sedikit, lebih cepat busuk juga," ucapnya.

    Zaenab membeli sayuran yang dijualnya dari Pasar Induk Kramat Jati. Di sana pun, menurut dia, harga cabai merah keriting sudah mencapai Rp 50-55 ribu per kg. Sedangkan cabai rawit naik tipis dari Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu per kg. "Sayuran lain, daun bawang, sawi, dan kol juga mahal," ujarnya.

    Kenaikan harga cabai merah keriting tak hanya terjadi di Jakarta. Menurut pantauan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, harga rata-rata nasional cabai merah keriting hari ini mencapai Rp 52 ribu per kg. Angka itu naik Rp 2.000 per kg hanya dalam sehari.

    Toh, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita tak khawatir. Menurut dia, kenaikan harga cabai pada musim hujan merupakan hal biasa. "Kenaikan harga cabai kontribusinya kecil terhadap inflasi," tuturnya saat ditemui di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta.

    PINGIT ARIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.