Kementerian ESDM Bangun PLTS di 5 Lokasi di Alor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengamati panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Daruba, di Pulau Morotai, Maluku Utara, 6 April 2016. Kini hanya 2/3 dari sistem yang berfungsi dan dioperasikan secara manual. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Petugas mengamati panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Daruba, di Pulau Morotai, Maluku Utara, 6 April 2016. Kini hanya 2/3 dari sistem yang berfungsi dan dioperasikan secara manual. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nusa Tenggara Timur Boni Marisin mengatakan pemerintah segera membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lima lokasi di Kabupaten Alor, Manggarai Barat, dan Rote Ndao.

    "Untuk lokasi pembangunan PLTS tersebut belum ditentukan secara pasti namun sudah lima titik lokasi yang dibagi, satu di Manggarai Barat, satu di Rote Ndao, dan tiga di Alor," katanya kepada Antara di Kupang, Senin, 26 September 2016.

    Dia mengatakan, pembangunan energi baru terbarukan (EBT) dengan memanfaatkan sumber tenaga Matahari tersebut merupakan program Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dieksekusi melalui Direktorat Jenderal EBT.

    "Pembangunan tersebut rencananya akan dilakukan tahun 2016 dengan sumber pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN)," katanya.

    Dia mengatakan, pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM tengah mendorong pengembangan energi listrik diberbagai daerah seluruh Indonesia berbasiskan EBT.

    Dalam program "Indonesia Terang" yang digagas Kementerian ESDM akan menyumbang 1000 megawatt dari total secara nasional sebanyak 35.000 megawatt sampai tahun 2019.

    Boni mengatakan, program tersebut mengutamakan pembangunana listrik hingga ke desa-desa tanpa menggunakan energi fosil melainkan berbasis EBT.

    "Untuk lima lokasi pembangunan PLTS tersebut nantinya akan bisa memberikan pasokan listrik secara memadai ke desa-desa yang ada di sekitarnya," katanya.

    Menurut dia, pembangunan PLTS di provinsi kepulauan ini sangat potensial karena didukung dengan kondisi cuaca yang panas yang tinggi sehingga cocok dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.

    Oleh karenanya, dia mengatakan, pihaknya terus berupaya mendorong berbagai pihak terutama swasta untuk berinvestasi untuk pengembangan EBT.

    "Kita punya potensi arus laut, air, angin, dan panas yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan EBT," katanya.

    Boni menyebutkan pengembangan EBT yang sudah dilakukan di berbagai daerah seperti mikrohidro di Pulau Sumba, gheotermal di Pulau Flores.

    Menurut dia, pengembangan EBT yang memadai akan membantu pasokan listrik secara memadai hingga ke berbagai daerah pelosok sehingga dengan begitu akan meningkatkan rasio elektrifikasi.

    "Rasio elektrifikasi kita juga masih rendah dengan kisaran sekitar 58 persen. Kita berharap EBT bisa berkembang baik untuk menambah kebutuhan listrik sehingga bisa meningkatkan rasio elektrifikasi," demikian Boni Marisin.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.