Bangun 3 Ruas Jalan Tol,Jasa Marga Incar Dana Rp1,78 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jalan tol. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi jalan tol. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mengincar dana hingga Rp1,78 triliun dari rencana penawaran umum dengan hak memesan efek terlebuh dahulu (HMETD) atau rights issue.

    Berdasarkan prospektus ringkas yang dipublikasikan Selasa, 20 September 2016, perseroan menyatakan telah mendapatkan persetujuan dari rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 491,46 juta saham baru dengan nilai nominal Rp500.

    Estimasi jumlah dana yang akan diterima oleh perseroan dalam PMHMETD I ini adalah sekitar Rp1,78 triliun. Adapun, harga Pelaksanaan dan rasio HMETD akan ditentukan oleh direksi perseroan dengan persetujuan dewan komisaris perseroan. Dilusi kepemilikan dari HMETD ini adalah 6,74%.

    Right issue itu dilakukan oleh Jasa Marga sebagai BUMN yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia yang akan mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp1,25 triliun dalam APBN Perubahan 2016.

    Periode perdagangan HMETD dilakukan pada 7 November-11 November 2016 bersamaan dengan periode pelaksanaan HMETD. Tanggal pencatatan efek di BEI diprediksi pada 7 Novemner 2016.

    Dana yang diperoleh perseroan dari hasil PMHMETD I ini (setelah dikurangi komisi, biaya, imbal jasa dan beban-beban emisi lainnya), akan digunakan untuk mendanai pembangunan jalan tol.

    Adapun, 3 ruas jalan tol yang akan dibangun dari dana hasil HMETD tersebut a.l:
    - Sekitar 50% untuk ruas Semarang – Batang sepanjang 75 km
    - Sekitar 30% untuk ruas Pandaan – Malang sepanjang 37,6 km
    - Sekitar 20% untuk ruas Jakarta – Cikampek II sepanjang 64 km

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.