BNI Salurkan Kredit ke Petani Tebu Rp 500 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. menargetkan penyalurkan kredit ke sektor pertanian tebu sekitar Rp 500 miliar sepanjang tahun ini.

    Anton Siregar selaku Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. mengatakan pihaknya sedang memperdalam ceruk bisnis dalam kredit pertanian. Baru-baru ini perseroan bekerja sama dengan sejumlah PTPN dalam penyaluran kredit tebu. “Kami kerja sama dengan PTPN VII, IX, X, dan XI khusus untuk kredit tebu,” ucapnya kepada Bisnis, Senin, 29 Agustus 2016.

    Kredit pertanian tebu yang sudah disalurkan emiten berkode saham BBNI itu mencapai Rp 400 miliar per Juli tahun ini. Secara umum, perseroan menargetkan penyaluran ke lapangan usaha pertanian mencapai Rp 1 triliun sepanjang tahun dan separuhnya untuk tebu.

    BacaBNI Ingin Jadi Bank Nomor Satu Di Indonesia

    Selain tebu, imbuh Anton, BBNI juga mulai konsen untuk beberapa komoditas strategis lain, semisal padi, jagung, dan kopi. Adapun terkait potensi kredit bermasalahnya, perseroan yakin bisa menangani. Sejauh ini NPL, misalnya pertanian tebu, berkisar 1,5 persen. “NPL bagus kok di sana . Untuk tebu semuanya kami kerja samakan dengan pabrik gula. Jadi, petani panen, dibeli oleh PTPN, diolah jadi duit lalu dibayar kreditnya ke kami,” ujar Anton.

    BNI merealisasikan penyaluran kredit koporasi ke sektor agrikultur selama selama semester pertama tahun ini senilai Rp30,30 triliun. Jumlah ini tumbuh 57,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp19,21 triliun.

    Secara year on year pula kredit agrikultur untuk kelas bisnis menengah penyalurannya mencapai Rp 2,30 triliun, meningkat 26,1 persen dari Rp1,83 triliun. Sementara kredit agrikultur di segmen bisnis kecil naik 15 persen menjadi Rp 2,74 triliun dari Rp2,38 triliun.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.