Kemenpar Gelar Promosi Wisata di Kolkata untuk Tarik Turis India

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua turis menyaksikan gerhana matahari total (GMT) dari lokasi Eclipse Festival 2016 di Bukit Ngata Baru, Palu, Sulawesi Selatan, 9 Maret 2016. Fenomena alam yang jarang terjadi ini, membuat sejumlah wisatawan asing berbondong-bondong mengunjungi Indonesia. ANTARA FOTO

    Dua turis menyaksikan gerhana matahari total (GMT) dari lokasi Eclipse Festival 2016 di Bukit Ngata Baru, Palu, Sulawesi Selatan, 9 Maret 2016. Fenomena alam yang jarang terjadi ini, membuat sejumlah wisatawan asing berbondong-bondong mengunjungi Indonesia. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata menggelar promosi pariwisata berupa misi penjualan antaragen perjalanan di Kolkata untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan India ke Indonesia. "Ini merupakan program antara penjual Indonesia dan pembeli dari luar negeri. Penjual yang kami undang tentu memiliki ketertarikan dengan pasar India," kata Kepala Subbidang Festival Seni dan Budaya Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia-Pasifik Kementerian Pariwisata Dody Prianto di Kolkata, India, Senin malam, 22 Agustus 2016.

    Prianto menjelaskan, promosi ini dilakukan karena India menjadi salah satu pasar potensial. Jumlah kunjungan turis dari negara tersebut ke Indonesia selalu meningkat setiap tahun. Karena itu, kontak bisnis antara penjual dan pembeli di bidang pariwisata penting. 

    Dalam misi penjualan itu, 16 agen perjalanan asal Indonesia hadir memaparkan paket pariwisata dan mempromosikan bisnis melalui sesi antarmeja bersama 80 agen perjalanan asal India.

    Menampilkan Indonesia dengan kekayaan produk budayanya, gelaran tarian tradisional pun dibawa ke Kolkata. Sanggar tari Nusa Budaya dari Jawa Barat membawakan tiga tarian tradisional, yaitu tari geumelis mincreung, tari cenderawasih, dan tari burung enggang.

    Salah satu agen perjalanan dari Indonesia yang ikut dalam acara ini, Ngurah Susrama, berujar, "Kami sering mengikuti misi penjualan ini karena berguna untuk memelihara (para klien) dan mencari yang baru," kata Direktur Pelaksana Exotic Bali Destination tersebut.

    Sedangkan, salah seorang agen perjalanan dari India, Vijay Kumar, berujar, "Ini merupakan kesempatan yang spesial karena Indonesia selalu menjadi salah satu tujuan destinasi turis asal India," tutur agen perjalanan dan wisata dari Globe India Travels itu.

    Sebelumnya, Kementerian Pariwisata menggelar acara promosi serupa untuk wilayah India, yaitu di Hyderabad, New Delhi, Chennai, dan Mumbai pada Januari dan Februari 2016.

    Proyeksi kunjungan turis asing ke Indonesia tercatat mencapai 12 juta orang pada 2016. Sedangkan Kementerian Pariwisata menargetkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara 350 ribu orang dari India.

    Untuk sementara, hingga Juni 2016, jumlah kunjungan tersebut baru mencapai 185.911 orang.

    Saat ini jumlah kunjungan turis asing masih didominasi wisatawan asal Cina, Malaysia, Singapura, Australia, dan Jepang. India hanya menempati posisi ketujuh dalam porsi kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.