Integrasi Bursa ASEAN, OJK Tunggu Revisi UU Pasar Modal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida, di sela acara Indonesia Global Sharia Fund, di Grand Hyatt, Jakarta, 14 Juni 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida, di sela acara Indonesia Global Sharia Fund, di Grand Hyatt, Jakarta, 14 Juni 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia belum sepenuhnya bisa terlibat aktif dalam perdagangan efek lintas negara ASEAN  (cross border offering) karena terbentur ketentuan hukum UU Pasar Modal.

    Menurut Kepala Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida, pasar modal Indonesia sebenarnya telah disepakati untuk masuk dalam integrasi perdagangan efek bersama sembilan negara ASEAN lainnya sejak 2015. Singapura, Malaysia, dan Thailand sudah menjalankan cross border secara menyeluruh.

    "Indonesia belum sehingga  harus terlebih dahulu, menyesuaikan apa yang disyaratkan oleh integrasi ASEAN," katanya di Jakarta, Jumat 19 Agustus 2016.

    Baca: Pos Indonesia Layani Pembayaran Pajak Kendaraan

    Nurhaida menambahkan, untuk cross border offering dari saham atau equity, Indonesia  memang belum bisa ikut. "Ada ketentuan di peraturan perundang-undangan, itu harus kita sesuaikan dulu."

    OJK masih menunggu pembahasan RUU Pasar Modal untuk  kemudian disahkan menjadi UU. Meski telah diajukan dalam Prolegnas 2016, OJK  belum dapat memastikan kapan RUU itu akan dibahas. "Pertama kita mencoba menyesuaikan di UU tapi itu kan tentu butuh waktu ya," ucap Nurhaida.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.