Penumpang Bus dari Terminal Rawamangun Sempat Naik 300%

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Memasuki hari kedua libur panjang akhir pekan atau Jumat (6 Mei 2016), situasi Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Rawamangun, Jakarta Timur terpantau lengang. Meski begitu, jumlah penumpang di terminal ini sempat melonjak hingga 300 persen dibanding hari biasa pada Kamis (5 Mei 2016) kemarin.

    Sebagian penumpang terlihat masih menunggu di lantai dua terminal. Sementara seluruh armada yang berada di jalur keberangkatan mulai terlihat penuh oleh penumpang.

    Kepala Terminal Rawamangun, Bastian mengatakan, pada Jumat siang ini situasi memang kembali normal. Tidak ada penumpukan penumpang seperti terjadi pada Rabu (4 Mei 2016) malam hingga Kamis (5 Mei 2016) siang kemarin. Sebab penumpang sudah mudik terlebih dulu saat jelang libur panjang.

    "Sekarang ya tinggal sisa-sisanya saja. Yang mudik belakangan untuk liburan. Sehingga terminal cenderung normal seperti biasanya," kata Bastian, Jumat (6 Mei 2016).

    Menurutnya, pada Rabu malam hingga Kamis pagi, jumlah armada yang diberangkatkan sebanyak 87 bus dengan penumpang sebanyak 631 orang. Sedangkan Kamis pagi hingga Kamis malam, tercatat diberangkatkan 73 bus dengan 472 penumpang. Angka ini meningkat 200-300 persen dibanding hari biasa yang hanya memberangkatkan 40 bus dengan 200 penumpang.

    Di Terminal Rawamangun mayoritas penumpang menuju kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti, Pati, Kudus, Jepara, Semarang, Surabaya, Madiun, Malang, Jember dan Sumenep.

    Adapun PO Bus yang menjadi favorit penumpang diantaranya PO Lorena, Nusantara, Haryanto, Bejeu dan Shantika.

    Diprediksi, arus balik akan mulai terjadi pada Sabtu (7 Mei 2016) malam hingga Minggu (8 Mei 2016) pagi.

    Ismail (37), salah seorang calon penumpang mengatakan, sengaja mudik hari ini lantaran mencegah terkena macet di perjalanan. Sedianya, ia bersama keluarganya akan mudik ke Kudus pada Kamis kemarin. Namun karena melihat berita dari televisi kemacetan lalu lintas sangat parah maka diputuskan mudik hari ini.

    "Sengaja mudik hari ini, biar tidak terjebak macet. Hari Minggu pagi balik lagi ke Jakarta. Lumayan liburan dua hari di kampung," tandasnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.