Dolar Amerika Menguat terhadap Sebagian Besar Mata Uang Utama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Dolar. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Ilustrasi Dolar. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurs dolar Amerika Serikat menguat terhadap sebagian besar mata uang utama dalam perdagangan New York pada Kamis waktu setempat atau Jumat pagi, 6 Mei 2016, WIB, meskipun data ekonomi yang keluar negara itu negatif.

    Dalam pekan yang berakhir 30 April 2016, angka pendahuluan untuk klaim pengangguran awal disesuaikan secara musiman mencapai 274 ribu, meningkat 17 ribu dari angka tidak direvisi pekan sebelumnya sebesar 257 ribu. Hal itu diungkapkan Departemen Tenaga Kerja Amerika pada Kamis.

    Perkiraan terbaru itu lebih tinggi daripada konsensus pasar sebesar 262 ribu.

    Sementara itu, para investor terus mengawasi laporan ketenagakerjaan non-pertanian yang akan dirilis pada Jumat waktu setempat untuk petunjuk lebih lanjut tentang kenaikan suku bunga Federal Reserve berikutnya.

    Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,67 persen menjadi 93,804 pada akhir perdagangan.

    Pada akhir perdagangan di New York, euro jatuh menjadi 1,1398 dolar dari 1,1502 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,4473 dolar dari 1,4499 dolar. Sedangkan dolar Australia naik menjadi 0,7463 dolar dari 0,7458 dolar.

    Dolar dibeli 107,25 yen Jepang, lebih tinggi daripada 106,93 yen pada sesi sebelumnya. Dolar naik menjadi 0,9689 franc Swiss dari 0,9563 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,2854 dolar Kanada dari 1,2862 dolar Kanada, seperti dilansir Xinhua.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.