CEO Malaysia Airlines Mundur, Klaim Ada Masalah Pribadi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Malaysia Airlines yang diselimuti kabut asap di bandara internasional Kuala Lumpur, Sepang, Malaysia, 27 September 2015. AP/Joshua Paul

    Pesawat Malaysia Airlines yang diselimuti kabut asap di bandara internasional Kuala Lumpur, Sepang, Malaysia, 27 September 2015. AP/Joshua Paul

    TEMPO.COKuala Lumpur - Chief Executive Officer Malaysia Airlines Christoph Mueller  mundur dari jabatannya setelah kurang dari satu tahun memimpin upaya perbaikan manajemen dan organisasi perusahaan. Mueller menyebutkan pengunduran dirinya disebabkan oleh masalah pribadi. 

    Mueller menjadi petinggi di Malaysia Airlines pada 2015. Saat itu ia menghadapi tugas berat, yaitu mengatasi kerugian maskapai ini yang mencapai US$ 1,56 miliar. Termasuk pemutusan hubungan kerja besar-besaran dan pemangkasan rute yang tidak menguntungkan. 

    "Kami sangat kecewa kehilangan Christoph sebagai CEO, tapi kami sepenuhnya memahami alasan dan menghormati keputusannya melakukan hal ini," kata Ketua Malaysia Airlines Md. Nor Yusof.

    Baca Juga: Malaysia Airlines PHK 6.000 Karyawan 

    Mueller akan terus menduduki jabatannya sampai September 2016 dan akan tetap bekerja di perusahaan sebagai direktur non-eksekutif.

    Terlepas alasan Mueller bahwa pengunduran dirinya karena masalah pribadi, seperti dikutip dari laman BBC, Rabu, 20 April 2016, maskapai ini dikatakan telah mengalami kerugian selama bertahun-tahun. Bahkan sebelum diguncang dua bencana besar pada 2014.

    Bencana pertama adalah hilangnya penerbangan MH370 dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing. Bahkan puing pesawat tersebut belum ditemukan hingga saat ini. Kedua, jatuhnya pesawat MH17 yang ditembak di atas wilayah udara timur Ukraina.

    Manajemen Malaysia Airlines kini mulai mencari calon pengganti Mueller. Perusahan mempertimbangkan kandidat internal dan eksternal. 

    BBC | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.