Harga Pertamax dan Pertalite Turun Rp 200 per Liter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum kawasan Kuningan, Jakarta, 1 Maret 2016. PT Pertamina menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) khusus untuk RON 90, yaitu Pertalite dan RON 92 Pertamax. Sementara itu, harga BBM jenis Premium tetap. Harga baru tersebut mulai berlaku pada 1 Maret 2016, pukul 00.00 dinihari. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum kawasan Kuningan, Jakarta, 1 Maret 2016. PT Pertamina menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) khusus untuk RON 90, yaitu Pertalite dan RON 92 Pertamax. Sementara itu, harga BBM jenis Premium tetap. Harga baru tersebut mulai berlaku pada 1 Maret 2016, pukul 00.00 dinihari. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi (non-PSO) sekitar Rp 200 per liter mulai Rabu, 30 Maret 2016, pukul 00.00. Harga Pertalite turun menjadi Rp 7.100 per liter, sedangkan Pertamax menjadi Rp 7.500 per liter. "Sudah berjalan," kata Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang melalui pesan pendek, Rabu, 30 Maret 2016.

    Untuk BBM bersubsidi, ucap Bambang, pemerintah belum mengumumkan harga barunya. Bambang menuturkan Pertamina lebih dulu menggelontorkan stok BBM non-PSO untuk mengantisipasi habisnya persediaan Premium dan Solar akibat diserbu pembeli saat ditetapkan harga baru pada April mendatang.

    "Harapannya, jika Premium dan Solar kosong saat pemerintah mengumumkan harga turun, masyarakat punya pilihan lain," ujarnya.

    Juru bicara PT Pertamina, Wianda Pusponegoro, mengatakan pemerintah baru akan menurunkan harga BBM bersubsidi pada 1 April 2016. Sesuai dengan keputusan menteri, ucap Wianda,  harga BBM oleh pemerintah ditinjau per tiga bulan. "Terakhir kan 1 Januari 2016. Jadi, kalau review tiga bulan, ya, jatuhnya pada bulan April," ucapnya.

    Berbeda dengan pemerintah, ujar Wianda, Pertamina meninjau harga BBM per dua minggu. Karena itu, Pertamina dapat mengatur sendiri waktu yang tepat untuk menyesuaikan tarif BBM nonsubsidi.

    Bambang mengharapkan pemerintah tidak menetapkan penurunan harga terlalu besar untuk BBM bersubsidi. Sebab, tutur dia, banyak pihak yang memprediksi harga minyak akan kembali merangkak naik dalam hitungan bulan.

    Menurut Bambang, penurunan harga BBM yang besar tidak akan berdampak signifikan pada harga barang-barang pada umumnya. Namun, jika harga BBM naik, harga barang-barang kebutuhan masyarakat ikut naik.

    MAYA AYU PUSPITASARI | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.