Harga Minyak Mentah Turun Diimbangi Penurunan Kilang di AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/ Mike Blake

    REUTERS/ Mike Blake

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga minyak dunia berakhir sedikit lebih rendah pada Kamis waktu New York atau Jumat pagi (25 Maret 2016) WIB karena kekhawatiran adanya kelebihan pasokan diimbangi penurunan jumlah kilang di Amerika Serikat (AS).

    Patokan Amerika Serikat, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei merosot 33 sen menjadi berakhir di 39,46 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

    Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei turun tiga sen menjadi menetap pada 40,44 dolar AS per barel di perdagangan London.

    Harga WTI sebelumnya jatuh di bawah 39 dolar AS per barel, masih tertekan oleh laporan resmi Rabu yang menunjukkan cadangan minyak mentah Amerika Serikat melonjak 9,4 juta barel pekan lalu.

    Pasokan minyak mentah Amerika Serikat pekan lalu naik 9,4 juta barel menjadi 532,5 juta barel atau 65,9 juta barel lebih dari satu tahun sebelumnya menurut laporan mingguan Badan Informasi Energi (EIA).

    Tetapi harga naik lagi setelah hitungan jumlah kilang Amerika Serikat yang beroperasi yang dirilis perusahaan jasa minyak Baker Hughes pada Kamis menunjukkan penurunan 15 kilang minyak di AS untuk pekan yang berakhir 25 Maret.

    Penurunan jumlah kilang "memberikan beberapa dukungan terhadap pasar, terlepas dari laporan persediaan IEA yang mengerikan," kata Andy Lipow, konsultan industri minyak bumi Houston.

    "Pasar sedang berusaha memulihkan diri, tapi akan tetap tertekan oleh tingkat persediaan tinggi dan benar-benar tanpa tindakan konkret dari produsen OPEC dan non-OPEC untuk memotong produksi," katanya.

    "Penumpukan besar dalam persediaan minyak mentah itu benar-benar menunjukkan bahwa  situasi pasokan secara keseluruhan masih tidak seimbang," kata analis CMC Markets, Michael McCarthy.

    "Ini adalah jumlah besar dan pasar tidak bisa mengabaikan hal semacam itu," katanya seperti dilansir kantor berita AFP.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.