Indonesia Jadi Tuan Rumah Asia Water Council Pertama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mencuci pakaian di Sungai Ciliwung, Kampung Pulo, Jakarta, 22 September 2015. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, dalam beberapa tahun ke depan, Ibu Kota Jakarta harus bersiap menghadapi dampak buruk semakin berkurangnya sumber air. TEMPO/Subekti

    Warga mencuci pakaian di Sungai Ciliwung, Kampung Pulo, Jakarta, 22 September 2015. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, dalam beberapa tahun ke depan, Ibu Kota Jakarta harus bersiap menghadapi dampak buruk semakin berkurangnya sumber air. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan Asia Water Council (AWC) pertama yang rencananya digelar pada 24-26 Maret mendatang. Rencananya, pertemuan itu akan membahas tantangan di bidang sumber daya air di tingkat Asia.

    "Misi dari AWC adalah mendorong dan mendukung pembangunan sumber daya air yang berkelanjutan dengan melibatkan semua pihak melalui kerja sama dengan organisasi sumber daya air di dunia," ujar Direktur Bina Penatagunaan Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Agus Suprapto di Jakarta, Senin, 21 Maret 2016.

    Pertemuan yang rencananya diadakan di Nusa Dua, Bali, itu akan membahas tiga isu utama terkait dengan siklus air, yakni penggunaan air untuk semua aspek, perlindungan lingkungan hidup, dan mitigasi bencana alam.

    Menurut Agus, AWC akan membahas beberapa strategi untuk mengatasi permasalahan sumber daya air di Asia. Pertama, menjadikan air sebagai sasaran dan tujuan untuk pembangunan berkelanjutan di Asia. Kedua, menyediakan satu program yang menjadi wadah negara-negara Asia bagi semua pemangku kepentingan yang berkaitan dengan AWC. Ketiga, membangun kerja sama dalam menghadapi tantangan bidang sumber daya air.

    Baca: Flu Burung, Kementerian Pertanian Perketat Pengawasan 

    Terakhir, mengadopsi isu Smart Water Management Initiative (SWMI) untuk mengatasi masalah pengelolaan air di kota-kota besar di Asia. "Kami akan bahas secara detail soal tahap-tahapnya (SWMI) dan langkah-langkahnya di pertemuan nanti. Nanti akan diterapkan di Jabodetabek," ujar Agus.

    AWC diperkirakan dihadiri 200 peserta yang terdiri atas AWC Board of Council; komite anggota khusus; anggota AWC yang mewakili 50 organisasi, baik dari pemerintahan, organisasi sipil, maupun internasional; organisasi publik dan perusahaan; bank pembangunan multilateral; dan organisasi peneliti.

    AWC dibentuk lewat forum Asian Water High Level Round (AWHot) yang diinisiasi Indonesia, Jepang, Korea, Laos, Nepal, Mongolia, Singapura, Thailand, Uzbekistan, dan Prancis (sebagai wakil World Water Forum). Selain membahas permasalahan pengelolaan air, acara itu akan menentukan Presiden dan Wakil Presiden AWC pertama.

    EGI ADYATAMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!