Cegah Pemborosan, Pemerintah Bentuk Badan Promosi Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Pariwisata mempromosikan pesawat perintis N219 saat penyerahan rapot akuntabilitas kinerja pemerintahan kabupaten/kota di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, 12 Februari 2016. TEMPO/Prima Mulia

    Putri Pariwisata mempromosikan pesawat perintis N219 saat penyerahan rapot akuntabilitas kinerja pemerintahan kabupaten/kota di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, 12 Februari 2016. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COJakarta - Pemerintah sedang membentuk Badan Promosi Indonesia untuk mengefektifkan langkah-langkah promosi produk Indonesia, seperti komoditas ekspor dan wisata. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil mencontohkan, selama ini, promosi wisata tidak berjalan efektif.

    "Karena banyak sekali melakukan promosi yang sama sehingga dana yang tersebar di mana-mana, tapi tidak efektif. Kalau dipromosikan lewat satu tangan dengan komando yang jelas, promosi tersebut akan bisa lebih efektif," kata dia di kantornya, Senin, 22 Februari 2016.

    Sofyan mengatakan saat ini sudah ada tim untuk merealisasi pembentukan Badan Promosi Indonesia. Tim tersebut berisi Kepala Bappenas, Menteri Perdagangan, dan Kepala Kantor Staf Presiden. Nantinya, badan tersebut bertugas memberi komando promosi kepada instansi terkait.

    Menurut dia, saat ini tim tersebut sedang mengkaji payung hukum Badan Promosi, baik berupa lembaga pemerintah maupun lembaga pemerintah non-pemerintah. "Ini sedang dipikirkan yang paling penting efektif bagaimana (melakukan promosi) dan badan ini bisa fleksibel, bisa melakukan upaya promosi secara efektif," ucapnya.

    Dengan adanya lembaga ini, kata Sofyan, anggaran promosi wisata menjadi terfokus pada satu pos. Dia menuturkan, selama ini, hampir semua kementerian mempunyai program promosi. Akibatnya, alokasi dana menjadi kecil dan tersebar ke banyak kementerian.

    Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas Arifin Rudiyanto mengatakan, dengan adanya lembaga ini, promosi menjadi optimal, seperti membangun stan pameran yang lebih besar. Stan yang besar ini, kata dia, dapat menampilkan semua aspek produk Indonesia, seperti pariwisata dan ekspor.

    "Biasanya kalau kementerian anggarannya kecil, dapat stannya kecil-kecil. Jadi, kalau disatuin, jadi gede," ujarnya. Presiden, kata Sofyan, meminta anggaran kementerian yang terkait dengan promosi dikumpulkan. Tujuannya, agar promosi menjadi lebih masif dan terfokus. Pemerintah menargetkan pembentukan Badan Promosi rampung pada tahun ini sehingga tahun depan dapat berjalan efektif.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.