Lini Bisnis Mendominasi Klaim Asuransi Jasa Rp3,4 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka), President Director PT Asuransi Jiwa Sequis Life Tatang Widjaja, Vice President Director PT AIA Financial Suhendra Menon, Chief Executive Officer (CEO) Asuransi Cigna Christine Setiabudi, Direktur Konsumer PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Darmadi Sutanto, Executive Vice President, Product Management BNI Dyah Hindraswarini dan Chief Executive Officer (CEO) BNI Life Junaedy Ghanie usai penandatanganan kerjasama dengan empat perusahaan asuransi di Jakarta, Rabu (11/4). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    (ki-ka), President Director PT Asuransi Jiwa Sequis Life Tatang Widjaja, Vice President Director PT AIA Financial Suhendra Menon, Chief Executive Officer (CEO) Asuransi Cigna Christine Setiabudi, Direktur Konsumer PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Darmadi Sutanto, Executive Vice President, Product Management BNI Dyah Hindraswarini dan Chief Executive Officer (CEO) BNI Life Junaedy Ghanie usai penandatanganan kerjasama dengan empat perusahaan asuransi di Jakarta, Rabu (11/4). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Lini bisnis penerbangan, minyak & gas, serta asuransi kebakaran mendominasi klaim PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) yang sepanjang 2015 tercatat sebesar Rp3,4 triliun.

    Direktur Teknik PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Syarifudin menjelaskan total klaim itu meningkat dibandingkan 2014 dengan nilai klaim sebesar Rp2,4 triliun.

    Dia merincikan asuransi penerbangan atau aviation mencatatkan klaim sekitar Rp1 triliun.

    "Klaim itu terutama berasal dari kecelakaan pesawat Air Asia," ujarnya di sela-sela konperensi pers, Rabu (10 Februari 2016).

    Asuransi minyak dan gas menyumbang klaim sebesar Rp680 miliar. Kemudian, lini bisnis asuransi kebakaran atau harta benda (property) mencatatkan klaim senilai Rp391 miliar.

    Adapun, pada periode yang sama asuransi pelat merah ini membukukan premi senilai Rp4,8 triliun sepanjang 2015 atau tumbuh sekitar 4,8% dibandingkan perolehan premi sepanjang 2014.

    Pada periode tersebut produk asuransi dengan segmen korporasi menyumbang premi senilai Rp3,5 triliun atau sekitar 73% dari total produksi.

    Produk-produk unggulannya meliputi asuransi kebakaran (harta benda/properti), oil & gas, aviation, rangka kapal dan asuransi keuangan (kredit/penjaminan).

    Sedangkan, produk dengan segmen ritel, seperti asuransi kendaraan bermotor, pengangkutan, kebakaran dan aneka, menyumbang premi senilai Rp1,3 triliun.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.