Arus Penumpang Ferry Selama Imlek Naik 8 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan sepeda motor antre memasuki kapal di dermaga II Pelabuhan Bakauheni, Provinsi Lampung, Sabtu, (3/9). Menurut PT ASDP Indonesia Ferry memprediksikan puncak arus mudik hari ini (H+3) dan akan mengalir hingga besok, Minggu (4/9) dari Sumatera tujuan Jawa.ANTARA/Chris Ali

    Ribuan sepeda motor antre memasuki kapal di dermaga II Pelabuhan Bakauheni, Provinsi Lampung, Sabtu, (3/9). Menurut PT ASDP Indonesia Ferry memprediksikan puncak arus mudik hari ini (H+3) dan akan mengalir hingga besok, Minggu (4/9) dari Sumatera tujuan Jawa.ANTARA/Chris Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Kendati tidak sepadat periode libur Natal dan Tahun Baru lalu, trafik penyeberangan di sejumlah lintasan tersibuk di Indonesia menunjukkan peningkatan rata-rata 5%-8% yang berjalan aman dan lancar pada libur Tahun Baru Imlek 2567.

    PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan pihaknya telah melakukan antisipasi layanan saat puncak arus balik yang diprediksi terjadi Senin (8 Februari 2016) malam ini di sejumlah lintasan. Antisipasi yang dilakukan yakni pengoperasian kapal berukuran besar yang dimaksimalkan, dan penambahan sejumlah loket bagi kendaraan.

    Manajer Operasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni Heru Purwanto mengatakan, mulai Senin (8 Februari 2016) siang arus pengguna jasa dari Bakauheni menuju Merak berjalan normal.

    "Perkiraan trafik akan meningkat malam hingga dini hari besok, yang didominasi mobil pribadi dan sepeda motor," katanya dalam siaran pers, Senin 8 Februari 2016 sore ini.

    Menurutnya, manajemen telah mengantisipasi sebaik mungkin puncak arus balik penyeberangan pada malam hari ini, mengingat Selasa besok, masyarakat kembali aktif masuk kantor.

    "Prediksi kami, trafik malam ini bisa naik mencapai 30%-40% dibandingkan normal yang didominasi motor dan mobil pribadi. Untuk truk jelas berkurang, karena pengusaha banyak yang libur," kata dia.

    Di pelabuhan Bakauheni, telah disediakan 9 loket untuk kendaraan, 2 loket untuk sepeda motor, dan 7 loket untuk mobil pribadi. Saat ini, beroperasi normal 27 unit kapal, di lintasan Merak-Bakauheni. Namun, ketersediaan kapal dapat ditambah jika terjadi lonjakan yang signifikan.

    Dari Merak, dilaporkan kondisi juga masih normal. Hingga siang, Senin (8/2), jumlah pejalan kaki mencapai 4.230 orang, sementara sepeda motor 1.122 unit, mobil pribadi 2.097 unit, bus 234 unit, dan 1.014 unit truk menyeberang dari Merak menuju Bakauheni.

    "Kami terus berkoordinasi dengan Bakauheni, menjaga trafik tetap lancar. Di pelabuhan kami juga koordinasi dengan pihak terminal, agar tidak terjadi penumpukan penumpang pejalan kaki. Yang penting lancar, tidak ada kendala susah sandar," tutur Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Mario S Oetomo.

    Dilaporkan, cuaca di pelabuhan Merak mengalami hujan ringan, namun tidak menganggu keamanan pelayaran.

    Di lintasan Ketapang-Gilimanuk, arus penyeberangan saat ini masih mengalir, namun untuk arus balik dari Gilimanuk diperkirakan terus meningkat hingga Selasa (9 Februari 2016) dini hari.

    Manajer Operasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang Wahyudi Susianto mengatakan memperkirakan kenaikan trafik di lintasan ini mencapai 15-20% saat beban puncak.

    Dia mengakui walau tidak sepadat momen liburan saat Natal dan Tahun Baru, 29 kapal beroperasi maksimal di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

    Sama halnya, untuk lintasan Padang Bai - Lembar juga didominasi kenaikan trafik sepeda motor dan mobil pribadi, yang mencapai 10%. Sekitar 29 kapal melayani lintasan ini dengan maksimal.

    "Produksi dan pendapatan stabil, memang ada penurunan trafik angkutan truk hingga 20%, namun mobil pribadi dan sepeda motor naik," kata Manajer Operasi PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Padang Bai Wayan Rosta.

    Menurutnya, penurunan jumlah pengguna jasa jenis truk dipicu putusnya Jembatan Jembrana sejak 23 Januari lalu, sehingga pengusaha mengubah penggunaan truk besar menjadi sedang. "Untuk trip memang ada penurunan, dari 24 trip menjadi 20 trip per hari.

    Humas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Padang Bai-Lembar Dheny Josa mengatakan, kondisi pelabuhan diinformasikan tidak terdapat antrian, bahkan relatif sepi.

    Dalam 1 hari ada 12 kapal yg beroperasi dan 24 trip penyeberangan, dengan pola sailing time 4 jam dan port time 50 menit. “Jika diambil data rata-rata angkutan Imlek 2016 tidak didapat lonjakan pengguna jasa baik pejalan kaki, sepeda motor dan roda 4,” ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.