Ekonomi Stabil, Manulife Dorong Investor Berani Ambil Risiko

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Puspa Perwitasari

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Legowo Kusumonegoro menilai jika penempatan dana investor ke jenis investasi saham semakin besar, imbal hasil yang akan diperoleh juga semakin tinggi. "Masyarakat belum berani ambil risiko, belum tahu produk investasi selain deposito," katanya di Jakarta, Kamis, 4 Februari 2016.  

    Menurut Legowo, jika komposisi investasi saham 20 persen, obligasi 50 persen, dan deposito 30 persen maka imbal hasil saham yang akan diterima sebesar 9,4 persen setiap tahun. Jika komposisi saham meningkat 40 persen dengan obligasi 40 persen dan deposito 20 persen maka imbal hasil dari saham sebesar 10,2 persen. Sedangkan jika investor mengalokasikan 70 persen dana investasinya ke saham dengan deposito 5 persen dan obligasi 25 persen, tingkat imbal hasil yang akan diperoleh menjadi 13,7 persen.  

    Legowo mengatakan Manulife mendorong investor untuk berani mengambil risiko pada tahun ini. Sebab,  kondisi ekonomi diprediksi akan lebih stabil dibanding tahun lalu. Tahun ini, saham diprediksi akan bertumbuh  8 hingga 12 persen. Obligasi akan tumbuh mencapai 12 persen. Sedangkan deposito,  akan tumbuh 5,5 persen.  

    Baca: Rachmat Gobel: Tidak Benar Panasonic Tutup 

    Dari sekitar 500 responden, kata Legowo, sekitar  50 merupakan  investor obligasi. Sedangkan deposito dan saham masing-masing sebesar 30 dan 20 persen. 

    Menurut Legowo,  pola didik sejak dini dari orang tua terhadap anak untuk berinvestasi perlu dikuatkan. "Metode penyimpanan dana ke bank,belum memberikan imbal hasil optimal."  

    Legowo menambahkan dari hasil survei Manulife, investor masih menganggap dana tunai dan emas sebagai metode perlidungan terbaik untuk menghadapi kejadian yang tidak diharapkan. Ia menyarankan investor berinvestasi pada ragam portofolio reksadana bahkan saham.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.