KidZania Targetkan Pertumbuhan Pengunjung hingga 10 Persen di Tahun 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KidZania Jakarta - AirAsia

    KidZania Jakarta - AirAsia

    TEMPO.CO, Jakarta - KidZania, pusat rekreasi berkonsep edutainment  menargetkan peningkatan pengunjung 9 persen hingga 10 persen di 2016. Chief Marketing Officer KidZania Faizal Reza  optimistis dapat mengejar target ini.

    Menurut Faizal, saat ekonomi mengalami pelemahan pada 2015, pengunjung masih mengalami peningkatan. Pada 2015, jumlah pengunjung mencapai 650 ribu, meningkat tipis  7 persen dari 2014. "Tidak signifikan, tapi tetap ada pertumbuhan dibandingkan dengan 2014," kata Faizal, di Jakarta, Senin, 18 Januari 2016.

    Untuk peningkatan pengunjung, menurut Faizal, memang ada kendala dari sisi luasan. Saat ini kidZania menempati ruang seluas 7.500 meter persegi yang berlokasi di Mal Pacific Place  lantai 6. Namun ia yakin tetap dapat meningkatkan jumlah pengunjung tahun depan.

    Faizal berujar pihaknya tengah berupaya membuka kidZania di luar Jawa. Saat ini kidZania tengah mencari lokasi untuk ekspansi ke luar di luar Jawa. Pasalnya, permintaan pembukaan dan potensi pasar di  luar Jawa cukup besar. Namun, hal ini perlu diperhitungkan dengan baik karena memerlukan waktu lama.

    Untuk meningkatkan pengunjung, kidZania juga akan menambahkan partner baru. Untuk tahun ini, kidZania Jakarta menargetkan akan menggaet tiga hingga empat partner. Untuk awal 2016, kidZania juga sudah membuka simulasi dengan Blibli.com.

    Saat ini sudah ada 20 kidZania yang tersebar di 17 Negara. Di Indonesia, KidZania menempati ruang seluas 7.500 meter persegi yang berlokasi di Mal Pacific Place Lantai 6. Hingga saat ini KidZania Jakarta telah berpartner dengan 43 perusahaan yang menawarkan simulasi pekerjaan.



    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.