Rupiah Hari Ini Diperkirakan Masih Lemah, Kenapa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menata uang yang baru masuk di cash center Bank BNI, Jakarta, 17 Desember 2015. Total volume transaksi mencapai lebih dari 172 T rupiah. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas menata uang yang baru masuk di cash center Bank BNI, Jakarta, 17 Desember 2015. Total volume transaksi mencapai lebih dari 172 T rupiah. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Riset dari PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, mengatakan masih adanya sentimen negatif membuat laju rupiah juga masih tertahan dalam teritori negatif.

    Reza mengatakan dengan adanya sentimen seperti pelemahan pada data-data manufaktur Cina, menyebabkan nilai yuan terdepresiasi. Hal ini juga diikuti melemahnya sejumlah harga komoditas, terutama harga minyak mentah dunia.

    "Ini menguntungkan laju dolar Amerika Serikat untuk dapat melanjutkan penguatannya dan melemahnya AUD, CNY, CAD, dan INR turut berimbas negatif pada laju rupiah," kata Reza, Selasa, 5 Januari 2016.

    Menurut perkiraan Reza, laju rupiah hari ini akan berada di bawah target support 13.666, yakni Rp 13.812-13.770 (kurs tengah BI). Ini membuat pelaku pasar harus kembali bersabar seiring belum adanya dorongan positif atas laju rupiah sehingga masih menyimpan potensi pelemahan.

    Terlebih nilai yuan juga masih dibayang-bayangi dengan pelemahan, tentu akan membawa imbas negatif pada rupiah. "Meski demikian, tetap cermati berbagai sentimen yang dapat mempengaruhi laju rupiah," ujar Reza.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!