Tiket Kereta Api Surabaya ke Bandung dan Jakarta Masih Ada  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang polisi bersenjata lengkap berjga-jaga di dekat kereta api di Stasiun Senen, Jakarta, Kamis 24 Desember 2015. Puncak arus mudik libur Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 di Stasiun Senen diperkirakan pada malam hari ini. TEMPO/Subekti.

    Seorang polisi bersenjata lengkap berjga-jaga di dekat kereta api di Stasiun Senen, Jakarta, Kamis 24 Desember 2015. Puncak arus mudik libur Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 di Stasiun Senen diperkirakan pada malam hari ini. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Surabaya -Tiket kereta api rute Surabaya – Jakarta untuk 29 Desember 2015 hingga 1 Januari 2016 masih tersedia. Begitu juga untuk rute Surabaya-Bandung pada 29 Desember 2015 sampai 1 Januari 2016. “Masyarakat masih bisa memesan untuk liburan tahun baru,” kata Manajer Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional VIII Suprapto, Ahad, 27 Desember 2015.

    Tiket yang masih tersedia adalah kelas bisnis dan eksekutif. Sedangkan tiket kelas ekonomi mulai 20 Desember 2015 sampai 4 Januari 2016 telah habis. Tiket kelas ekonomi itu untuk kereta api Pasundan tujuan Bandung, Matarmaja tujuan Jakarta, dan Gaya Baru Malang tujuan Jakarta.

    Masa angkutan natal dan tahun baru 2016 ditetapkan selama 17 hari yaitu mulai 20 Desember 2015 sampai 5 Januari 2016. Dengan prediksi puncak kepadatan penumpang pada 27 Desember 2015. Total kapasitas angkut per hari di wilayah PT KAI Daop VIII Surabaya sebanyak 41.527 penumpang. (Lihat video Natal, Jakarta Dijaga 28 Ribu Polisi, Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2016)

    Namun, dari pemesanan tiket di wilayah PT KAI Daop VIII, kata Suprapto, puncak kepadatan penumpang terjadi pada 24 Desember 2015. Seluruh tiket kereta api dari Surabaya dengan tujuan Jakarta, Bandung, Madiun dan Banyuwangi, habis terjual.

    Jumlah penumpang mencapai 40.280 orang. Angka itu rekor baru dibandingkan tiket yang terjual untuk satu hari sesudahnya dengan penumpang sebanyak 36.858 orang.

    SITI JIHAN SYAHFAUZIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).