Atasi Kesenjangan, BKF: Tak Akan Selesai dalam Setahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Nusa Dua - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menyatakan upaya menekan ketimpangan pendapatan merupakan target jangka menengah pemerintah. Pasalnya, perlu waktu lama menekan ketimpangan angka pendapatan saat ini.

    "Ini tidak akan selesai dalam setahun. Harus konsisten," kata Suahasil di tengah acara International Forum on Economics Development and Public Policy, Bali, Kamis, 10 Desember 2015.

    Menurut Suahasil, Brasil butuh 10 tahun untuk mengurangi angka gini ratio (tingkat kesenjangan) dari 0,6 ke 0,5. Negara itu mempunyai program sosial Bolsa Familia yang sukses mengubah kehidupan masyarakat miskin. Pemerintah menerapkan transfer uang bersyarat kepada warganya.

    Dalam prakteknya, jika suatu keluarga memiliki anak yang sudah masuk usia sekolah, wajib disekolahkan sebelum mendapat bantuan dana. "Kalau ada ibu hamil, uang didapat jika melakukan pemeriksaan ke rumah sakit," ucap Suahasil.

    Hal serupa sudah dilakukan pemerintah Indonesia melalui program Keluarga Harapan.  Bedanya, pemberian uang tunai tidak diikuti dengan kewajiban.

    Suahasil menjelaskan, di tataran akademis, ada perbedaan pandangan dalam kaitan antara meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menekan ketimpangan pendapatan. Menurut dia, ada situasi bila pertumbuhan ekonomi naik, ketimpangan melebar. Begitu juga sebaliknya.

    Pemerintah berupaya  mengombinasikan keduanya, yaitu menekan angka gini ratio dan di saat bersamaan mengejar pertumbuhan ekonomi. "Sekarang mau tingkatkan pertumbuhan dengan bangun infrastruktur dan kalau mau mengurangi ketimpangan buat program sosial yang serius," ucap Suahasil. 

    Bank Dunia sebelumnya memaparkan terjadi kesenjangan yang tinggi di Indonesia dalam 15 tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi hanya menguntungkan warga terkaya yang populasinya cuma 20 persen. Sisanya, berada dalam kondisi tertinggal. Tercatat gini ratio di Indonesia pada 2000 sebesar  0,3, sementara pada 2014  melonjak menjadi 0,41. Menurut Suahasil, pergeseran angka itu mencerminkan hasil pembangunan selama 5-10 tahun ke belakang.



    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.