Garap 24 Pelabuhan Tol Laut, Lino: Butuh Dana Rp 70 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Tol Laut Mutiara Persada III sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, 8 Mei 2015. Kapal jenis RoRo (Roll on-Roll off) dengan Gross-Tonage 15380 ton, melayani jurusan Pelabuhan Panjang Lampung ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. ANTARA/Didik Suhartono

    Kapal Tol Laut Mutiara Persada III sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, 8 Mei 2015. Kapal jenis RoRo (Roll on-Roll off) dengan Gross-Tonage 15380 ton, melayani jurusan Pelabuhan Panjang Lampung ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Karimun Jawa - Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II Richard Joost Lino menyatakan, pembangunan 24 pelabuhan membutuhkan anggaran Rp 60-70 triliun. "Nilainya belum tahu, tetapi kalau diestimasi sekitar itu," kata Lino, Jumat, 20 November 2015.

    Rino menjelaskan, 24 pelabuhan yang masuk dalam program tol laut itu nantinya akan digarap Pelindo II bersama PT Pelabuhan Indonesia I dan PT Pelabuhan Indonesia IV. "Yang lain kan tidak mampu, jadi yang kita gabung itu Pelindo I dan Pelindo IV," katanya.

    Adapun porsi dana yang disiapkan Pelindo II sebesar 70 persen. Lino mengatakan sinergi ketiga Pelindo merupakan permintaan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno. "Ibu meminta agar lebih praktis, kalau holding birokrasinya lama sehingga kapal tol laut terbentuk."

    Sinergi berupa joint venture, menurut Rini, merupakan tahap awal menuju holding. Terpenting, program tol laut cepat terealisasi. "Holding ini tidak terlepas dari hukumnya karena aset ini beda-beda makanya akan memakan banyak waktu," kata Rini.

    Salah satu proyek yang akan digarap adalah pelabuhan Kuala Tanjung. Menurut Lino, investasi awal pembangunan pelabuhan sekitar Rp 7 triliun. Pelindo II, ujarnya, mampu menggarap proyek ini. "Pelindo II itu punya uang di bank Rp 18,5 triliun, coba cari perusahaan ada gak yang punya uang Rp 18,5 triliun di bank," kata dia.

    Lino berharap proyek ini segera dilakukan pada 2016 asalkan joint venture sudah dibentuk di 2015 ini. "Jadi groundbreaking tahun depan. Itu sampai dua-tiga tahun pembangunannya," ujarnya.

    Proyek Tol Laut merupakan gagasan Presiden Joko Widodo. Tol laut berupa trayek angkutan berjadwal antarpelabuhan yang diharapkan menurunkan secara signifikan biaya logistik. Tol laut ini akan menghubungkan pelabuhan besar dan kecil di penjuru negeri.

    SINGGIH SOARES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.