2015, Penduduk Miskin Jawa Tengah Naik 15,21 Ribu Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Ilustrasi. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah pada Maret tahun ini meningkat 15,21 ribu orang dibandingkan September tahun lalu.

    "Pada bulan Maret tahun ini jumlah penduduk miskin mencapai 4,577 juta orang atau meningkat dari jumlah 4,562 juta orang pada bulan September tahun lalu," kata Kepala Bidang Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Erisman di Semarang, Selasa (15 September 2015).

    Namun secara persentase penduduk miskin di Jawa Tengah tidak naik karena tetap 13,58 persen dari seluruh jumlah penduduk provinsi ini.

    Menurut dia, kenaikan jumlah penduduk miskin ini di antaranya karena naiknya jumlah penduduk, selain tidak lepas dari menurunnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga sejumlah komoditas.

    Untuk menghitung jumlah penduduk miskin, BPS menggunakan pendekatan kebutuhan dasar makanan dan nonmakanan. Hasilnya sejauh ini, peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan di antaranya perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

    Berdasarkan data BPS, Maret tahun ini sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan mencapai 72,80 persen dan tidak jauh berbeda dari September 2014  sebesar 72,84 persen.

    Untuk komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di daerah perkotaan maupun perdesaan pada Maret 2015 adalah beras, sedangkan untuk komoditas bukan makanan yang berpengaruh besar adalah biaya perumahan dan bensin.

    Erisman menyatakan, untuk mengurangi jumlah penduduk miskin, pemerintah seharusnya memastikan ketersediaan seluruh komoditas di pasaran.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.