Jelang Pertemuan The Fed, Harga Emas Naik Tipis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satu buah batang emas seberat 1 kilogram, dipamerkan di Korea Gold Exchange. Bijih emas dapat diolah menjadi beragam produk, mulai dari cincin, gelang hingga emas batangan. Seoul, Korea Selatan, 31 Juli 2015. REUTERS / Kim Hong-Ji

    Satu buah batang emas seberat 1 kilogram, dipamerkan di Korea Gold Exchange. Bijih emas dapat diolah menjadi beragam produk, mulai dari cincin, gelang hingga emas batangan. Seoul, Korea Selatan, 31 Juli 2015. REUTERS / Kim Hong-Ji

    TEMPO.CO, Jakarta - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup naik tipis pada Senin (Selasa pagi WIB, 15 September 2015), di tengah pasar saham global yang melemah menjelang dimulainya pertemuan kebijakan penting Federal Reserve AS, Rabu (16 September 2015).

    Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik 4,4 dolar AS atau 0,4 persen menjadi menetap di 1.107,70 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

    Federal Reserve akan merilis pernyataan kebijakan penting pada Kamis sore (17 September 2015) sekitar pukul 14.00 waktu setempat, setelah pertemuan dua hari pengaturan suku bunga di mana The Fed akan menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam lebih dari sembilan tahun.

    Para analis mengatakan bahwa jika tidak ada keputusan kenaikan suku bunga dari bank sentral AS pada Kamis (17 September 2015), ini dapat merusak dolar dan meningkatkan pasar emas.

    Dolar AS yang lebih lemah bisa menjadi positif untuk komoditas termasuk emas yang dihargakan dalam dolar AS, karena membuat mereka lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

    Emas juga mendapat dukungan dari penurunan pasar saham Eropa dan AS pada Senin.

    Sementara itu, perak untuk pengiriman Desember turun 14,2 sen, atau 0,98 persen, menjadi ditutup pada 14,363 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober kehilangan 9,5 dolar AS, atau 0,98 persen, menjadi ditutup pada 955,4 dolar AS per ounce.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.