Rupiah Lemah, Pebisnis Mebel Targetkan Ekspor Naik 12%

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengamplas papan bahan dasar pembuatan mebel di Manggarai, Jakarta, 23 Juni 2015. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, realisasi pertumbuhan produksi industri manufaktur kelas menengah besar sektor furnitur dan kerajinan hanya bertumbuh 0,88% pada kuartal I/2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pekerja mengamplas papan bahan dasar pembuatan mebel di Manggarai, Jakarta, 23 Juni 2015. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, realisasi pertumbuhan produksi industri manufaktur kelas menengah besar sektor furnitur dan kerajinan hanya bertumbuh 0,88% pada kuartal I/2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) menargetkan adanya peningkatan ekspor sebesar 10%-12% pada tahun ini, dengan pasar tujuan ekspor antara lain Amerika Serikat, Amerika Selatan, Eropa Timur, dan Timur Tengah.

    "Secara umum ini momentum terbaik buat kami, karena pelemahan rupiah ini menguntungkan. Tapi jujur ini tidak mudah," kata Sekjen AMKRI Abdul Sobur, Rabu (2 September 2015).

    Menurutnya, ada beberapa hal yang menghambat target ekspor tersebut, di antaranya adalah lemahnya daya saing industri kayu di Tanah Air.

    Menurutnya, penghambat peningkatan ekspor mebel dan kerajinan antara lain ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan baku penolong serta pemberlakuan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK).

    "Tahun ini kami targetkan tumbuh sedikitnya 10%-12%. Tapi jujur ini tidak gampang, karena ada hambatan banyak, termasuk soal SLVK itu. SLVK itu seharusnya untuk hulu saja, hilir tidak usah karena ini membebani industri," ujarnya.

    Berdasarkan data AMKRI, nilai ekspor mebel dan kerjinan Indonesia pada tahun lalu hanya senilai US$1,87 miliar, jauh lebih kecil dibanding Malaysia yang mencapai US$2,4 miliar dan Vietnam yang mencapai US$5,3 miliar.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.