Rupiah Melemah, Industri Mebel Genjot Ekspor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembuatan mebel di Manggarai, Jakarta, 23 Juni 2015. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, produksi industri manufaktur kelas menengah besar sektor furnitur dan kerajinan kuartal pertama tahun ini, menurun 4,38% dibandingkan dengan kuartal IV/2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pekerja menyelesaikan pembuatan mebel di Manggarai, Jakarta, 23 Juni 2015. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, produksi industri manufaktur kelas menengah besar sektor furnitur dan kerajinan kuartal pertama tahun ini, menurun 4,38% dibandingkan dengan kuartal IV/2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku industri mebel dan kerajinan Indonesia menjadikan momentum pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS untuk menggenjot ekspor. Hari ini kurs rupiah sempat menyentuh lebih dari Rp 14 ribu per dolar Amerika Serikat. 

    "Kami memanfaatkan momentum penguatan dolar dengan menggenjot volume ekspor agar untung dua kali lipat," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (Amkri) Abdul Sobur, saat dihubungi, di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2015.

    Sobur mengatakan, peningkatan ekspor akan dilakukan dengan menambah kuantitas dan melebarkan pasar ekspor ke beberapa negara, yang belum tergarap.

    "Akan ada tambahan target pasar baru, di antaranya ke Tiongkok dan Eropa Timur," ujar Sobur.

    Menurut dia, target ekspor industri mebel dan kerajinan US$ 2 miliar, tapi hal itu masih sulit dicapai, karena banyaknya tantangan yang sulit untuk direduksi, salah satunya daya saing yang masih lemah.

    "Daya saing industri kita lemah dibandingkan sesama negara regional, terutama Vietnam, maka sangat sulit diwujudkan," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.