Kementerian Industri Adakan Forum Industri Hijau di Rusia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seniman Tisna Sanjaya bersama sejumlah penggiat seni dan Greenpeace Indonesia memperingati hari air dengan melukis di Sungai Citarum yang tercemar limbah pabrik di kawasan Cigebar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/3). 70 persen dari sekitar 600 industri berada di bagian hulu Citarum dan hanya 10 persen yang memiliki instalasi pengolah air limbah standar. 80 persen air Sungai Citarumi menjadi sumber air baku bagi perusahaan air minum di Jakarta. TEMPO/Prima Mulia

    Seniman Tisna Sanjaya bersama sejumlah penggiat seni dan Greenpeace Indonesia memperingati hari air dengan melukis di Sungai Citarum yang tercemar limbah pabrik di kawasan Cigebar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/3). 70 persen dari sekitar 600 industri berada di bagian hulu Citarum dan hanya 10 persen yang memiliki instalasi pengolah air limbah standar. 80 persen air Sungai Citarumi menjadi sumber air baku bagi perusahaan air minum di Jakarta. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyelenggarakan forum bisnis bertajuk Indonesian Green Industrial Forum pada pameran industri Rusia bertajuk The 6th International Industrial Exhibition (Innoprom).

    Forum bisnis itu dibuka langsung Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia, Djauhari Oratmangun, dan dilanjutkan pembicara kunci Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Penguatan Struktur Industri, Ngakan Timur Antara.

     

    “Bahkan dari Kadin Rusia sempat menyampaikan profil mereka dan keinginan untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia,” kata Antara, melalui siaran pers diterima di Jakarta, Jumat, 24 Juli 2015.

     

    Pada forum tersebut, masing-masing perusahaan baik dari Indonesia maupun Rusia seperti PT Petrokimia Gresik memaparkan tentang konservasi sumberdaya di industri pupuk.

     

    Kemudian, PT Semen Tonasa yang memaparkan tentang energi alternatif di industri semen, dan PT Pindad yang memaparkan tentang green industry berkaitan dengan upaya efisiensi energi pada dapur peleburan logam. 

     

    Sedangkan PT CTech Labs Edwar Technology memaparkan tiga teknologi unggulan, yaitu teknologi pemindai untuk industri, teknologi pemindai untuk kesehatan dan teknologi untuk terapi kanker. 

     

    Semua teknologi itu menggunakan low level energy (listrik statis), selain perusahaan Rusia, Shvabe, memaparkan tentang teknologi alat kesehatan, lampu lalu lintas dan teknologi optik untuk dapat dikerjasamakan dengan pihak Indonesia. 

     

    Sementara itu, lanjut Antara, di sela-sela Innoprom 2015 berlangsung, delegasi Indonesia juga mengadakan kunjungan kerja ke Pervoulralsk New Pipe Plant, yaitu industri pipa dan peleburan baja di Ekaterinburg, Rusia. 

     

    Kunjungan untuk studi banding dan upaya pembelajaran bagi industri Indonesia yang diharapkan dapat menerapkan efisiensi sumber daya Dapat disampaikan, Pervoulralsk New Pipe Plant didirikan pada 1934 dan menjadi bagian dari Chelyabinsk Tube-Rolling Plant Group. 

     

    Selama lebih dari 81 tahun telah memproduksi berbagai jenis pipa baja dengan kapasitas 250.000 ton per tahun yang telah memenuhi berbagai standar nasional Rusia maupun standar internasional, dan persyaratan teknis.  

     

    Pipa yang diproduksi tersebut digunakan dalam berbagai kegiatan industri seperti industri pengeboran minyak dan gas, penerbangan, perkapalan, kesehatan, otomotif, air minum, bahkan ruang angkasa. 

     

    Produk ini telah diekspor ke lebih dari 25 negara di Eropa, Asia, dan Amerika dan telah memenuhi berbagai standar internasional serta persyaratan teknis. 

     

    "Suatu hal yang menarik, dalam upaya mencetak sumber daya manusia yang siap pakai, pemerintah Federasi Rusia memiliki kebijakan, perusahaan besar diwajibkan memiliki pusat pendidikan didukung fasilitas laboratorium yang lengkap,” papar Antara.

     

    Pola pendidikan tersebut, tambahnya, dapat menjadi pertimbangan untuk diterapkan di Indonesia dalam mempersiapkan tenaga profesional di sektor industri dengan dukungan berbagai pihak

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.