Kalbe Farma Tarik 2 Obat Anestesi yang Diduga Berbahaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. mnn.com

    Ilustrasi. mnn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menarik dua jenis obat anestesi yang diduga berbahaya, yakni batch Buvanest Spinal 0,5 persen Heavy 4 ml dan Asam Tranexamat Generik 500 mg/Amp 5 ml batch no.629668 dan 630025.

    Dikutip dari laman resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Selasa, 17 Februari 2015 disebutkan bahwa Buvanest Spinal 0,5% Heavy telah diterbitkan edarnya pada 4 September 2014 oleh BPOM.

    Obat ini didaftarkan kepada BPOM oleh Kalbe Farma dengan nomor registrasi DKL0611637043A1. Penerbitan dilakukan oleh registrasi obat Direktorat Penilaian Obat dan Produk Biologi BPOM. Obat ini memiliki bentuk sediaan injeksi 5 mg/ml dengan komposisi Bupivacaine Hydrochloride.

    Buvanest spinal memiliki kemasan dus dengan 5 ampul masing-masing 4 ml. Obat ini diproduksi Kalbe Farma di pabrik Bekasi Jawa Barat.

    Adapun produk obat Asam Tranexamat Generik 500 mg/Amp 5 ml batch no.629668 dan 630025 tidak ditemukan di daftar registrasi obat BPOM.

    BPOM hanya mencatat obat Asam Tranexamat yang didaftarkan oleh Novell Pharmaceutical Lab Bogor Jawa Barat. Nomor registrasi GKL0633518543A1 yang terbit pada 14 Desember 2006.

    Obat ini berbentuk injeksi 50 Mg/ml dengan komposisi Tranexamic acid dan kemasan dus 5 ampul masing-masing 5 ml.

    Editor: Setyardi Widodo | www.bisnis.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.