Kemendag: Rusia Mitra Dagang Potensial

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah apel dari petani apel Malang yang tergabung dalam Asosiasi Hortikultura Nasional melakukan aksi unjuk rasa, di depan Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, (24/2). TEMPO/Imam Sukamto

    Sejumlah apel dari petani apel Malang yang tergabung dalam Asosiasi Hortikultura Nasional melakukan aksi unjuk rasa, di depan Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, (24/2). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan menyatakan Rusia merupakan salah satu mitra dagang yang potensial bagi Indonesia. Sebab, banyak produk perdagangan Indonesia yang diterima Negara Beruang Merah. (Baca: Eksportir Mebel Lirik Pasar Rusia)

    Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Bachrul Chairi mengatakan, pada 2013, Rusia menduduki urutan ke-29 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia. "Pertumbuhan kinerja perdagangan bilateral antar-kedua negara selama lima tahun terakhir (2009-2013) rata-rata sebesar 45,1 persen per tahun," ujar Bachrul dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Agustus 2014.

    Menurut Bachrul, pada tingkat ASEAN, kinerja perdagangan Indonesia dengan Rusia pada 2013 menduduki urutan ketiga dengan nilai US$ 2,96 miliar. Pencapaian tersebut dengan produk ekspor utama meliputi minyak sawit dan turunannya, alas kaki, kopi, kopra, dan karet alam pada 2013.

    Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menuturkan pemerintah Rusia mengharapkan peningkatan ekspor produk pertanian ke negaranya. Permintaan ini menyusul larangan produk-produk pertanian dari Amerika Serikat, Uni Eropa, Norwegia, Kanada, dan Australia ke Rusia.

    Menurut Lutfi, permintaan pemerintah Rusia tersebut disampaikan secara langsung oleh Menteri Pembangunan Ekonomi Federasi Asia Alexey Ulyukaev. Rusia, kata Lutfi, mengharapkan ada peningkatan ekspor berupa produk daging, susu, ikan, dan sayuran ke pasar Rusia.

    Selama Januari-Mei 2014, total perdagangan antar-kedua negara mencapai sekitar US$ 1,1 miliar. Nilai ini mengalami penurunan 4,5 persen dibanding pada periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 1,8 miliar. Neraca perdagangan Indonesia-Rusia pada periode Januari-Mei 2014 menunjukkan surplus bagi Rusia sebesar US$ 303,4 juta.

    AYU PRIMA SANDI


    Terpopuler
    Sempat Ditolak Prabowo, Suhardi Malah Dapat Pajero
    Prabowo Pilih Suhardi karena Kloset Jongkok
    Simpatisan ISIS Beberkan Rencana Teror Biologis
    Tiga Wanita Malaysia Jihad Seks untuk ISIS
    Ini 15 Senjata Andalan ISIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.