Indonesia Terima Hibah Proyek Kompor Sehat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyalakan kompor gas metan yang disalurkan dari reaktor sampah untuk memasak di Kelurahan Cibangkong, Bandung, Jawa Barat (26/2).  Kendala yang dihadapi saat ini adalah terbatasnya energi yang baru disalurkan ke beberapa rumah dan dana yang terbatas untuk membeli sampah organik dari warga. TEMPO/Prima Mulia

    Warga menyalakan kompor gas metan yang disalurkan dari reaktor sampah untuk memasak di Kelurahan Cibangkong, Bandung, Jawa Barat (26/2). Kendala yang dihadapi saat ini adalah terbatasnya energi yang baru disalurkan ke beberapa rumah dan dana yang terbatas untuk membeli sampah organik dari warga. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Dunia mengucurkan dana US$ 490 ribu atau Rp 5,71 miliar ke Indonesia. Dana tersebut disalurkan untuk proyek pengembangan kompor sehat dan hemat bahan bakar. (Baca juga: Bank Dunia Tambah Pendanaan untuk Negara Miskin)

    "Dana tersebut bersifat hibah," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi, Rida Mulyana, di kantornya, Jakarta, Kamis, 14 Agustus 2014.

    Menurut Rida, dana ini merupakan bagian dari program Clean Stove Initiative (CSI) yang digagas Bank Dunia untuk menekan kematian dini akibat penyakit pernapasan. Penyakit tersebut muncul, salah satunya karena penggunaan tungku tradisional dengan bahan bakar kayu. (Baca juga: Presiden Terpilih Diminta Tarik Subsidi BBM)

    Rida mengatakan penyaluran dana tersebut dibagi menjadi dua, yakni US$ 190 ribu disalurkan sebagai subsidi melalui PT BRI (Persero) dan US$ 300 ribu dibelanjakan oleh pemerintah. Pemerintah akan menggunakan dana tersebut untuk memperkuat kelembagaan. "Termasuk membuat laboratorium pengujian kompor," ujarnya.

    Sedangkan dana yang dikelola BRI digunakan untuk membiayai ongkos produksi kompor senilai Rp 300 ribu per buah. Menurut Rida, program CSI akan diawali dengan proyek percontohan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Program ini menyasar 20 ribu rumah tangga. (Baca juga: Bank Dunia: Belanja Subsidi RI Melebihi Batas)

    AYU PRIMA SANDI

    Berita Terpopuler
    Novela Saksi Prabowo Doakan Israel
    Ketua MK Ancam Pidanakan Saksi-saksi Palsu
    Megawati Usir Media, Sekjen PDIP Beri Penjelasan
    Ini Penyebab Robin Williams Depresi dan Bunuh Diri
    Wawancara Pro-Prabowo, 'Awas Ya Jangan Dipelintir'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.