Subsidi BBM 2014 Diperkirakan Melonjak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah SPBU di penuhi oleh warga yang akan membeli dan memenuhi tangki kendraannya di Hayam Muruk, Jakarta Barat, (21/6). Jelang Pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi warga rela mengantri untuk mengisi BBM. TEMPO/Imam Sukamto

    Sebuah SPBU di penuhi oleh warga yang akan membeli dan memenuhi tangki kendraannya di Hayam Muruk, Jakarta Barat, (21/6). Jelang Pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi warga rela mengantri untuk mengisi BBM. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggaran untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk tahun anggaran 2014 diperkirakan bakal membengkak dari yang dialokasikan. "Salah satunya karena depresiasi rupiah yang signifikan," kata Direktur Jenderal Anggaran Askolani, Kamis, 10 April 2014. (Baca: BI Dorong Penerapan Subsidi Tetap BBM)

    Selain subsidi BBM, kata dia, anggaran untuk subsidi listrik juga bakal melonjak dari pagu anggaran. Kenaikan subsidi ini bergantung pada patokan harga Mid Oil Plats Singapore (MOPS), volume, dan dampak kurs.

    "Untuk subsidi listrik berubah karena harga minyak, harga pasar, kurs, dan input energi," kata Askolani. Menurut dia, pembangkit listrik yang menggunakan batu bara dan panas bumi lebih hemat dibandingkan dengan menggunakan minyak. (Baca: Pemerintah Tak Kompak Kendalikan BBM Bersubsidi)

    Sebelumnya Bank Indonesia menyambut baik rencana pemerintah menerapkan subsidi tetap untuk BBM yang akan diajukan dalam APBN Perubahan 2014. “Wacana itu moving on the right direction,” ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Juda Agung.

    Dia menjelaskan subsidi tetap itu akan efektif mengurangi risiko fiskal karena tidak bergantung pada nilai tukar. Sebagai gambaran, jika tiap 1 liter BBM disubsidi dengan nilai tertentu, besar subsidi yang digelontorkan pemerintah per tahun akan tetap. “Tidak akan terpengaruh oleh fluktuasi harga minyak dunia."

    MARIA YUNIAR


    Terpopuler
    4 Produk Indonesia Ini Laris di Amerika
    PDIP Gagal Penuhi Syarat Capres, Rupiah Lesu
    Soal Saham Freeport, Pemerintah Akhirnya Melunak 
    Inilah Program Ekonomi yang Harus Dijalankan PDIP  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?