Bea Cukai: Ban Bekas Lion Air Dipalsu Barang Baru

Reporter

Pesawat Lion Air. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menahan lima kontainer ban pesawat yang diimpor Grup Lion Air. Kepala Subdirektorat Humas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Haryo Limanseto, menyatakan tindakan itu diambil berdasarkan nota hasil intelijen yang menemukan ketidaksesuaian antara barang dan dokumen impor.

Menurut Haryo, dalam pemberitahuan impor barang disebutkan ban yang didatangkan Lion Air adalah ban baru. Namun, setelah diperiksa, ditemukan bahwa roda pesawat tersebut bekas. “Untuk impor barang, termasuk ban bekas, harus ada dokumen dari Kementerian Perdagangan,” katanya kepada Tempo kemarin.

Jika Lion Air sudah menyertakan dokumen tersebut, Bea dan Cukai baru mengizinkan ban keluar dari Pelabuhan Tanjung Priok pada hari yang sama. Selain empat kontainer ban Lion, Bea dan Cukai menahan satu kontainer ban pesawat yang didatangkan dua maskapai. “Punya Wings Air dan Batik Air, masih satu grup dengan Lion Air,” ujarnya.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok, Finari Manan, menambahkan, ban impor dalam empat kontainer berukuran 40 kaki itu bernilai US$ 456.806 atau setara dengan Rp 5,2 miliar. Sedangkan satu kontainer yang diimpor Wings Air senilai US$ 42.250 atau sekitar Rp 479,2 juta.

Direktur Operasional Wings Air Redi Irawan menyatakan kurang mengerti dengan temuan Bea dan Cukai. “Saya tahunya ban cukup. Soal itu silakan tanya ke Edward Sirait,” ujarnya. Namun Edward, yang dihubungi hingga kemarin malam, tidak memberi jawaban.

Gara-gara ban yang tertahan ini, pada Kamis pekan lalu Lion Air terlambat terbang selama tujuh jam untuk rute Padang-Jakarta. Situasi akibat penundaan bertambah ricuh karena pembayaran kompensasi kepada penumpang tidak lancar pada hari berikutnya. Direktur Umum Lion Air Edward Sirait menyatakan stok ban serep tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok karena proses administrasi dan dokumentasi tambahan yang harus dilengkapi
.
MARIA YUNIAR | ANANDA PUTRI | NAFI

Terpopuler
SMS Pembunuh Holly: Gagal, Gatot: Kabur!
Airin Menyewa Hotel Selama di Harvard
Sel Dirazia, Nazaruddin: Ini Guantanamo Indonesia
Gatot Kenal Holly di Tempat Hiburan Malam
Erick Thohir Beli Inter Milan, Rothschild Berang
Ahok Minta Perbaikan Jalan Rampung Sehari
Atut Tak Gunakan Gelar Ratu di Paspor

 

 







Kemenhub Surati Bos-bos Maskapai Imbau Turunkan Harga Tiket Pesawat: Daya Beli Belum Pulih

8 hari lalu

Kemenhub Surati Bos-bos Maskapai Imbau Turunkan Harga Tiket Pesawat: Daya Beli Belum Pulih

Kemenhub mengimbau maskapai yang melayani rute penerbangan untuk memberlakukan harga tiket pesawat yang lebih terjangkau oleh masyarakat.


Dampak Pelosi ke Taiwan, Banyak Maskapai Batalkan Penerbangan ke Taipei

10 hari lalu

Dampak Pelosi ke Taiwan, Banyak Maskapai Batalkan Penerbangan ke Taipei

Setelah kedatangan Nancy Pelosi, China menggelar latihan militer di wilayah udara Taiwan. Sejumlah maskapai pun membatalkan penerbangan ke sana.


Pendapatan Singapore Airlines Meningkat 3 Kali Lipat, Berikut Sejarah 50 Tahun SIA

12 hari lalu

Pendapatan Singapore Airlines Meningkat 3 Kali Lipat, Berikut Sejarah 50 Tahun SIA

Maskapai penerbangan Singapore Airlines telah berdiri 50 tahun, pendapatannya sampai Juni 2022 meningkat 3 kali lipat.


Batik Air Layani Penerbangan ke Bangalore India, Harga Tiket Mulai dari Rp 1,9 Juta

13 hari lalu

Batik Air Layani Penerbangan ke Bangalore India, Harga Tiket Mulai dari Rp 1,9 Juta

Untuk layanan penerbangan rute baru ke Bangalore India ini, Batik Air mengoperasikan pesawat generasi terbaru dan modern seri Boeing 737.


1.000 Penerbangan Lufthansa Dibatalkan Gara-gara Pegawai Mogok Massal

18 hari lalu

1.000 Penerbangan Lufthansa Dibatalkan Gara-gara Pegawai Mogok Massal

Mogok massal yang dilakukan pegawai Lufthansa menyebabkan bandara caos. Banyak turis terdampar akibat tak ada penerbangan.


Setumpuk Asa Usai Serah Terima Pengelolaan Bandara Halim Perdanakusuma

19 hari lalu

Setumpuk Asa Usai Serah Terima Pengelolaan Bandara Halim Perdanakusuma

Sejumlah kalangan punya harapan besar usai Angkasa Pura II menyerahkan pengelolaan Bandara Halim Perdanakusuma ke ATS. Apa saja?


Garuda Tambah 3 Pesawat Boeing 737-800 Setelah Lolos dari Kepailitan

24 hari lalu

Garuda Tambah 3 Pesawat Boeing 737-800 Setelah Lolos dari Kepailitan

Jumlah pesawat Garuda menyusut karena selama pandemi Covid-19, maskapai mengurangi rute dan frekuensinya.


Saham Garuda Indonesia Bakal Dibuka Kembali? Begini Kata BEI

37 hari lalu

Saham Garuda Indonesia Bakal Dibuka Kembali? Begini Kata BEI

BEI bakal mengambil sejumlah langkah untuk membuka kembali perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. setelah disuspensi Juni 2021.


Thai Lion Air Buka Penerbangan Langsung Bangkok-Bali per 2 Agustus 2022, Harga Tiketnya?

42 hari lalu

Thai Lion Air Buka Penerbangan Langsung Bangkok-Bali per 2 Agustus 2022, Harga Tiketnya?

Maskapai Thai Lion Air akan kembali melayani rute penerbangan internasional Bali-Bangkok-Bali mulai 2 Agustus 2022 mendatang.


Eks Karyawan Merpati Sebut Pemeritah Tak Niat Bayar Pesangon Rp 318 Miliar

53 hari lalu

Eks Karyawan Merpati Sebut Pemeritah Tak Niat Bayar Pesangon Rp 318 Miliar

Pemerintah dinilai tak berniat membayar pesangon senilai Rp 318 miliar kepada para mantan pilot Merpati.