Senin, 25 Juni 2018

Bea Cukai: Ban Bekas Lion Air Dipalsu Barang Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Lion Air. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Pesawat Lion Air. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menahan lima kontainer ban pesawat yang diimpor Grup Lion Air. Kepala Subdirektorat Humas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Haryo Limanseto, menyatakan tindakan itu diambil berdasarkan nota hasil intelijen yang menemukan ketidaksesuaian antara barang dan dokumen impor.

    Menurut Haryo, dalam pemberitahuan impor barang disebutkan ban yang didatangkan Lion Air adalah ban baru. Namun, setelah diperiksa, ditemukan bahwa roda pesawat tersebut bekas. “Untuk impor barang, termasuk ban bekas, harus ada dokumen dari Kementerian Perdagangan,” katanya kepada Tempo kemarin.

    Jika Lion Air sudah menyertakan dokumen tersebut, Bea dan Cukai baru mengizinkan ban keluar dari Pelabuhan Tanjung Priok pada hari yang sama. Selain empat kontainer ban Lion, Bea dan Cukai menahan satu kontainer ban pesawat yang didatangkan dua maskapai. “Punya Wings Air dan Batik Air, masih satu grup dengan Lion Air,” ujarnya.

    Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok, Finari Manan, menambahkan, ban impor dalam empat kontainer berukuran 40 kaki itu bernilai US$ 456.806 atau setara dengan Rp 5,2 miliar. Sedangkan satu kontainer yang diimpor Wings Air senilai US$ 42.250 atau sekitar Rp 479,2 juta.

    Direktur Operasional Wings Air Redi Irawan menyatakan kurang mengerti dengan temuan Bea dan Cukai. “Saya tahunya ban cukup. Soal itu silakan tanya ke Edward Sirait,” ujarnya. Namun Edward, yang dihubungi hingga kemarin malam, tidak memberi jawaban.

    Gara-gara ban yang tertahan ini, pada Kamis pekan lalu Lion Air terlambat terbang selama tujuh jam untuk rute Padang-Jakarta. Situasi akibat penundaan bertambah ricuh karena pembayaran kompensasi kepada penumpang tidak lancar pada hari berikutnya. Direktur Umum Lion Air Edward Sirait menyatakan stok ban serep tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok karena proses administrasi dan dokumentasi tambahan yang harus dilengkapi
    .
    MARIA YUNIAR | ANANDA PUTRI | NAFI

    Terpopuler
    SMS Pembunuh Holly: Gagal, Gatot: Kabur!
    Airin Menyewa Hotel Selama di Harvard
    Sel Dirazia, Nazaruddin: Ini Guantanamo Indonesia
    Gatot Kenal Holly di Tempat Hiburan Malam
    Erick Thohir Beli Inter Milan, Rothschild Berang
    Ahok Minta Perbaikan Jalan Rampung Sehari
    Atut Tak Gunakan Gelar Ratu di Paspor

     

     



     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.