Jumat, 23 Februari 2018

OJK-Kemenkeu Godok Undang-Undang Pegadaian

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 3 September 2013 12:54 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • OJK-Kemenkeu Godok Undang-Undang Pegadaian

    Firdaus Djaelani. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta- Kepala Pengawas Eksekutif Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Firdaus Djaelani, menyatakan tengah menggodok Undang-Undang Pegadaian bersama Kementerian Keuangan."Ini dibahas dengan Kemenkeu karena masuk wilayah pemerintah. Tapi draft-nya sudah ada pada kami," katanya saat ditemui di sela acara 'Economic Outlook 2014' di Graha Niaga, Selasa 2 September 2013.

    Firdaus menjelaskan, Undang-Undang Pegadaian yang ada membuat PT. Pegadaian (Persero) memonopoli usaha gadai. Namun pada prakteknya, banyak pihak yang menjalankan usaha gadai tidak resmi.

    Bila beleid itu berlaku, PT. Pegadaian tidak lagi menjadi penguasa tunggal bisnis gadai. Pihak swasta nantinya diperbolehkan menjalankan bisnis gadai layaknya Pegadaian. "Nanti kita persiapkan Undang-Undang Pegadaian bagaimana bisa mengakomodir semua usaha itu menjadi legal. Sehingga kita bisa awasi mereka dan nantinya konsumen dilindungi," ujarnya.

    Di masa mendatang, ia berharap jasa pegadaian yang dikelola perusahaan swasta ataupun perbankan diharapkan tidak melayani permintaan untuk kebutuhan konsumsi seperti pembelian kendaraan. Sebab, kemungkinan konsumen untuk tidak menebus barangnya lebih tinggi ketimbang konsumen yang menggadaikan barang untuk kebutuhan produktif.

    "Kalaupun nanti kita perluas nanti gadai masuk ke sektor produktif jangan konsumtif. Kalau produktif misalnya untuk buka warung mereka lebih bisa bayar." kata Firdaus.

    Sebelumnya PT Pegadaian menargetkan penjualan emas dari perseroan bisa mencapai perolehan Rp 1 triliun untuk tahun 2013. "Hingga semester I 2013 ini, kami sudah mencapai penjualan emas sebesar Rp 1 triliun," kata Direktur Keuangan PT Pegadaian, Dwi Agus Pramudya, beberapa waktu lalu.

    Bisnis penjualan emas merupakan cabang bisnis yang dikembangkan oleh Pegadaian dengan memperoleh pasokan emas dari PT Antam. "Minat masyarakat memang luar biasa untuk penjualan emas dari Pegadaian. Namun dengan penurunan harga emas untuk penutupan semester I tahun ini performa penjualan emas terhitung biasa," kata Dwi.

    RIRIN AGUSTIA

    Berita Terpopuler Lainnya
    Kisah Penumpang Lion Air Kena Delay Empat Kali 
    Arsenal Akhirnya Dapatkan Mesut Ozil
    Ini Cara Fathanah Cuci Uangnya
    Bertemu Foke, Ahok Cium Pipi Kanan Kiri


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Pentingnya Memilah Sampah Sesuai Jenisnya

    Pilahlah sampah sesuai jenisnya, sampah organik, anorganik, dan sampah lainnya.