Pemerintah Didorong Pakai Kereta Angkutan Barang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perbaikan jalan di jalur Pantura. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    Perbaikan jalan di jalur Pantura. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat Transportasi, Darmaningtyas menyatakan, manajemen perbaikan jalan selama ini terikat dengan waktu pencairan anggaran di Kementerian Pekerjaan Umum. Kendati demikian, pemerintah didorong untuk bertindak strategis terkait manajemen transportasi.

    "Pemerintah mestinya punya desain strategis untuk memindahkan angkutan barang dari jalan raya ke kereta api," kata Darmaningtyas saat dihubungi Tempo, Sabtu, 20 Juli 2013.

    Ia berpendapat, selama ini angkutan barang menggunakan jalan termasuk penyumbang beban di jalan sehingga membuat jalan mudah rusak. Apalagi, jembatan timbang tidak berjalan efektif. "Beban jalan seringkali melampaui kapasitas yang ditentukan, yakni truk dua sumbu atau berkapasitas 20 ton," ujarnya.

    Kendati demikian, rencana strategis tersebut masih terkendala dengan transportasi yang terintegrasi. "Meski sudah diangkut dengan kereta api, ada problem untuk mengangkut dari stasiun ke pabrik," ujarnya.

    Untuk itu, dalam desain rencana strategis tersebut pemerintah juga harus memasukkan proyek pembangunan stasiun-stasiun yang langsung dihubungkan dengan pabrik. Dengan pemindahan tersebut, beban pemeliharaan jalan akan berkurang.

    Sebelumnya, Direktur Bina Pelaksanaan Wilaya II Direktorat Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Winarno mengatakan, proyek perbaikan jalan menjelang Lebaran akibat dari masa turunnya anggaran tahunan pemerintah, yakni antara Maret hingga Desember. Siklus tersebut membuat banyak proyek seolah digeber menjelang Idul Fitri yang kebetulan jatuh pada Agustus.

    Khusus untuk jalur Pantai Utara Jawa, kendala lainnya yakni kepadatan volume kendaraaan. Dengan 50 ribu kendraan melintas per hari, operator mengaku kesulitasn memilih waktu perbaikan yang menimbulkan efek minimal terhadap kemacetan. Kepadatan dan beban tersebut membuat jalan lebih cepat rusak.

    AYU PRIMA SANDI

    Terhangat:
    Bentrok FPI | Bisnis Yusuf Mansyur | Aksi Liverpool di GBK

    Baca juga:
    Ini Alasan Jokowi Tak Gelar Operasi Yustisi
    Diwawancarai Wartawan, Petugas Kebersihan Dimarahi
    Kenapa Tanjung Priok Macet Total?
    Ahok Tak Mau Gubris Pebisnis Fatmawati


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?