Dirjen Pajak : Kami Tahu Jaringan Mafia Pajak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fuad Rahmany. TEMPO/Seto Wardhana

    Fuad Rahmany. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmani mengaku sudah mengetahui jaringan oknum mafia Pajak yang kerap bermain. Ia menyatakan tinggal menunggu bukti untuk menangkap para oknum tersebut.

    "Kami sudah tahu jaringannya. Tapi memang hanya segelintir orang, butuh bukti," kata Fuad seusai acara pelantikan 16 pejabat eselon II Pajak, di kantor pusat Ditjen Pajak, Kamis, 16 Agustus 2012.

    Fuad meminta agar masyarakat ikut membantu lembaganya dalam memberantas mafia pajak. Dia mengaku kerap mendapatkan laporan adanya oknum di lembaganya dari masyarakat. Fuad juga menegaskan tidak akan mengurangi intensitas dalam melakukan penertiban oknum pegawai pajak.

    "Masyarakat jangan berhenti membantu. Pokoknya kalau ada yang nakal, kami tangkap. Kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, Kejaksaan, dan Kepolisian akan terus dilakukan," katanya.

    Citra Direktorat Jenderal Pajak terus tercoreng menyusul ditangkapnya beberapa oknum mafia dalam lembaga itu. Gayus Tambunan, Dhana Widyatmika, dan Tommy Hendratno merupakan beberapa yang berhasil ditangkap karena menerima suap.

    Fuad menyatakan para oknum itu sebenarya hanya sebagian kecil dari total 32 ribu pegawai pajak. Menurut dia, mafia pajak bukan hanya ada di lingkungan lembaganya, tapi juga ada di oknum wajib pajak yang melakukan menyuapan. "Banyak WP yang nakal dan mengelabui kita agar tidak membayar pajak. Makanya, mereka juga harus ditangkap," katanya.

    Menteri Keuangan Agus Martowardojo meminta agar Direktorat Jenderal Pajak terus melakukan pembenahan untuk meyakinkan publik jika pengelolaan keuangan dilakukan dengan profesional. Ia menyatakan Dirjen Pajak harus berani melakukan perbaikan sistem.

    "Yang tidak benar dan melakukan pelanggaran harus ditindak. Upaya itu akan terus dilakukan sepanjang periode," kata Agus.

    ANGGA SUKMA WIJAYA

    Berita lain:
    Pemalsuan Uang Semakin Canggih

    Calon Investor Bank Mutiara Tak Punya Uang

    Dirjen Pajak : Kami Tahu Jaringan Mafia Pajak

    Presiden SBY: Era Pangan Murah Berakhir

    Lagi, Bank Mutiara Gagal Terjual

    Laba Bersih Bumi Resources Terjun Bebas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.