Pemalsuan Uang Semakin Canggih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan aktivitas bongkar muat di tempat penarikan dan penyetoran uang di basement gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta Pusat, Rabu (1/8). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas melakukan aktivitas bongkar muat di tempat penarikan dan penyetoran uang di basement gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta Pusat, Rabu (1/8). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasutionm mengungkapkan metode pemalsuan uang belakangan ini semakin canggih. Meskipun begitu, ia membantah pemalsuan uang kian marak.

    "Tidak bisa dibilang makin marak, hanya saja ada metode pemalsuan yang lebih canggih," ucap Darmin seusai rapat koordinasi di Kementerian Perekonomian, Rabu, 15 Agustus 2012. 

    Bank Indonesia sendiri telah melakukan langkah antisipasi dengan merancang uang agar tak mudah ditiru. Namun, bank sentral  tidak bisa mengawasi orang per orang, satu per satu. "Kecuali kalau ada yang melaporkan," ucapnya.

    Adapun BI, kata Darmin, terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap peredaran uang palsu. "Supaya mereka jangan tertipu," ucapnya.

    MARTHA THERTINA

    Berita Terpopuler:
    Berpengacara Sama, Polri Dicurigai Mau Main Mata

    Korban Kebakaran Adukan Foke

    Ular Piton dengan 87 Butir Telur Ditemukan

    Pengacara Djoko Susilo Juga Kuasa Hukum Mabes Polri

    Kasus Simulator SIM, Ada Upaya Selamatkan Djoko?

    Polemik Simulator SIM, Kapolri Kumpulkan Pengacara

    Ditemukan Hiu Purba Berusia 270 Tahun

    Arkeolog Ini Temukan Piramida via Google Earth

    Nasib Penggalian Bunker di Bawah Kantor Jokowi

    Sepupu Kate Middleton Tampil Telanjang di Playboy


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.