Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Harga Emas Dunia Jeblok ke USD 1.923,8 per Ounce, Apa Saja Pemicunya?

image-gnews
Emas batangan murni 99,99 persen ditempatkan di ruang kerja di pabrik logam mulia Krastsvetmet di kota Krasnoyarsk, Siberia, Rusia, 31 Januari 2023. REUTERS/Alexander Manzyuk
Emas batangan murni 99,99 persen ditempatkan di ruang kerja di pabrik logam mulia Krastsvetmet di kota Krasnoyarsk, Siberia, Rusia, 31 Januari 2023. REUTERS/Alexander Manzyuk
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Harga emas dunia turun pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB. Dengan begitu, harga emas berbalik menjadi melemah setelah dua sesi beruntun melonjak di tengah kekhawatiran pasar bahwa inflasi keras di seluruh dunia dapat mendorong bank-bank sentral menaikkan suku bunga lebih lanjut dan kekhawatiran Fed akan memulai kembali kenaikan suku bunga.

Adapun kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange jeblok US$ 10 atau 0,52 persen menjadi US$ 1.923,8 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di US$ 1.940,3 dan terendah di US$ 1.919,8. Emas berjangka naik US$ 4,2 atau 0,22 persen menjadi US$ 1.933,8 pada Senin lalu, 26 Juni 2023, setelah terangkat US$ 5,9 atau 0,31 persen menjadi US$ 1.929,6 pada Jumat pekan lalu.

Harga emas juga melemah setelah data ekonomi dirilis pada Selasa kemarin. Departemen Perdagangan AS, misalnya, melaporkan bahwa pesanan baru AS untuk barang-barang tahan lama yang diproduksi naik US$ 4,9 miliar atau 1,7 persen, menjadi US$ 288,2 miliar pada Mei, naik tiga bulan berturut-turut.

Indeks harga Rumah Nasional AS dari S&P CoreLogic Case-Shiller naik 0,5 persen pada April berdasarkan penyesuaian musiman dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Adapun Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan rumah baru AS melonjak 12,2 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 763.000 unit pada Mei, level tertinggi sejak Februari 2022.

Selain itu, Indeks Kepercayaan Konsumen dari The Conference Board naik menjadi 109,7 pada Juni, naik dari 102,5 pada Mei. Investor juga sedang menunggu data inflasi utama AS yang akan dirilis pada Jumat mendatang, 30 Juni 2023.

Secara keseluruhan, angka penjualan rumah dan kepercayaan konsumen menunjukkan bahwa pembacaan inflasi yang dipantau The Federal Reserve pada Jumat besok juga bisa datang lebih kuat dari yang diharapkan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selama setahun terakhir hingga April lalu, indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi, atau indeks PCE utama, bersama dengan PCE inti, yang menghapus harga makanan dan energi yang tidak stabil, berjalan jauh di atas target Fed sebesar 2  persen.

Analis di platform perdagangan daring OANDA, Ed Moya, memperkirakan emas tetap di bawah tekanan karena konsumen AS masih terlihat kuat. Adapun data yang ada telah mencerminkan gambaran ekonomi tangguh yang dapat dikenakan pengetatan Fed lebih lanjut.

Selain emas, logam mulia lainnya seperti perak untuk pengiriman Juli naik 13,40 sen atau 0,59 persen, menjadi ditutup pada US$ 22,96 per ounce. Semetara platinum untuk pengiriman Oktober naik US$ 1,1 atau 0,12 persen, menjadi US$ 934 per ounce.

ANTARA

Pilihan Editor: Harga Emas Berjangka Tergelincir ke Posisi Terendah dalam Tiga Bulan Terakhir

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Bank Sentral AS PHK 300 Pegawai, Adakah Dampaknya bagi Indonesia?

20 jam lalu

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira usai diskusi mengenai hasil survei persepsi publik terhadap JETP di Jakarta, Rabu, 5 Juni 2023.  TEMPO/Amelia Rahima Sari.
Bank Sentral AS PHK 300 Pegawai, Adakah Dampaknya bagi Indonesia?

Ekonom dari Celios Bhima Yudhistira menyebut ada dua indikasi terhadap tindakan bank sentral AS The Fed yang melakukan PHK pada karyawannya, yakni penurunan ekonomi global dan digitalisasi.


Bank Sentral AS The Fed PHK Ratusan Karyawan, Apa sebabnya?

23 jam lalu

Orang-orang berhjalan di samping gedung bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, September 14, 2008.[REUTERS /Chip]
Bank Sentral AS The Fed PHK Ratusan Karyawan, Apa sebabnya?

Bank sentral AS The Fed akan melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK pada ratusan karyawan sepanjang tahun ini. Apa sebabnya?


Peran APBN Menjaga Inflasi dan Daya Beli Masyarakat

3 hari lalu

Peran APBN Menjaga Inflasi dan Daya Beli Masyarakat

Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan empat agenda prioritas yang harus diselesaikan, salah satunya adalah pengendalian inflasi.


Harga Minyak Dunia Naik, Deputi Gubernur BI Ungkap Dampak yang Harus Diwaspadai

3 hari lalu

Ilustrasi kilang minyak dunia. REUTERS/Vivek Prakash
Harga Minyak Dunia Naik, Deputi Gubernur BI Ungkap Dampak yang Harus Diwaspadai

Kenaikan harga minyak memiliki dampak terusan.


Merdeka Copper Gold Kecam Perusakan Fasilitas Proyek Emas Pani di Pohuwato

3 hari lalu

Logo PT Merdeka Copper Gold Tbk.  Foto : PT Merdeka Copper Gold Tbk
Merdeka Copper Gold Kecam Perusakan Fasilitas Proyek Emas Pani di Pohuwato

PT. Merdeka Copper Gold Tbk. mengecam perusakan fasilitas Proyek Emas Pani dan sejumlah fasilitas publik di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.


Australia Surplus Anggaran Rp218 Triliun Berkat Tambang, Pertama dalam 15 Tahun

3 hari lalu

Menteri Keuangan Australia, Jim Chalmers berpose untuk difoto saat ia tiba untuk menghadiri pertemuan para menteri keuangan dan gubernur Bank Sentral G20 di Gandhinagar, India, 18 Juli 2023. REUTERS/Amit Dave
Australia Surplus Anggaran Rp218 Triliun Berkat Tambang, Pertama dalam 15 Tahun

Australia mencatat surplus anggaran akhir sebesar A$22,1 miliar (Rp218,4 triliun) untuk tahun ini hingga Juni 2023, lima kali lipat dari perkiraan.


Gubernur BI: Inflasi akan Tetap Rendah hingga Akhir 2023 Meski Harga Beras Naik

3 hari lalu

Buruh memasukkan beras ke dalam karung di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu 20 September 2023. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meminta Perum Bulog dapat mempercepat penyaluran beras untuk menjaga stabilitas harga pangan di daerah. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Gubernur BI: Inflasi akan Tetap Rendah hingga Akhir 2023 Meski Harga Beras Naik

Gubernur Bank Indonesia (Gubernur BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa inflasi di Indonesia hingga akhir tahun akan tetap terkendali dan rendah.


Kantor Bupati Pohuwato Dibakar Penambang Emas Lokal, Perusahaan Mengaku Telah Mengedepankan Dialog

4 hari lalu

Api membakar Kantor Bupati di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Kamis 21 September 2023. Kantor Bupati Pohuwato dibakar oleh massa demonstran penambang yang menuntut ganti rugi lahan dari salah satu perusahaan tambang di daerah itu.  ANTARA FOTO/Mohammad Halid/aws
Kantor Bupati Pohuwato Dibakar Penambang Emas Lokal, Perusahaan Mengaku Telah Mengedepankan Dialog

PT Merdeka Copper Gold Tbk (Merdeka) selalu perusahaan induk pengelola proyek emas pani mengaku telah mengadakan musyawarah sejak akhir 2022.


Gubernur BI: Pertumbuhan Ekonomi RI Tetap Baik Ditopang Permintaan Domestik

4 hari lalu

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Tempo/Tony Hartawan
Gubernur BI: Pertumbuhan Ekonomi RI Tetap Baik Ditopang Permintaan Domestik

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik ditopang oleh permintaan domestik.


Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75 Persen

4 hari lalu

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Tempo/Tony Hartawan
Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75 Persen

Bank Indonesia kembali menahan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate alias BI7DRR di level 5,75 persen pada bulan ini.