10 Cara Hadapi Resesi dan PHK Massal, Salah Satunya: Kelas Menengah Harus Segera Lunasi Utang

Ilustrasi perencanaan keuangan (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Kabar resesi di tahun 2023 yang semakin terdengar tak bisa dianggap sepele. Ada baiknya tiap orang membekali diri dengan pengetahuan cukup soal cara menghadapi resesi ekonomi.

Termasuk juga bagi kelas menengah yang rentan terkena imbasnya. Apalagi bahkan sebelum resesi benar-benar datang tahun depan, sejumlah perusahaan telah melakukan PHK massal.

Baca: Jokowi Cerita Semua Pemimpin Negara G20 Khawatirkan Resesi: Rambutnya Tambah Putih

Akibatnya, ribuan pekerja berganti status menjadi pengangguran. Salah satu alasan dilakukan PHK karena perusahaan tertekan dengan biaya operasional. Lantas, apa saja yang harus dilakukan dalam menghadapi ancaman resesi tersebut?

Cara Menghadapi Resesi Ekonomi 2023

Ketika ekonomi global bermasalah, penghentian sejumlah karyawan kerap dijadikan opsi oleh perusahaan. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh pekerja kelas menengah, antara lain:

1. Rencanakan Kemungkinan Terburuk

Dilansir Harvard Business Review, cara menghadapi resesi ekonomi bagi kelas menengah adalah segera mempersiapkan kemungkinan terburuk dari sekarang. Meskipun Anda sempat memperoleh gelar sebagai karyawan teladan, bukan berarti tidak bisa terlepas dari ancaman PHK.

Oleh karen aitu, perlu strategi cerdas dan perencanaan matang untuk menatap masa depan. Pengamat ekonomi Harvard, Janet Banks dan Diane Couto, menyatakan bahwa keberuntungan memang memainkan peranan penting, tetapi bertahan adalah langkah paling konkret.

2. Bertindak Selayaknya Pejuang Hidup

Melawan resesi mungkin terlihat mustahil dan menghasilkan sikap pesimistis. Namun, advisor di perusahaan McKinsey & Company memberikan nasihat bahwa bertindaklah seperti orang yang selamat dari kehancuran perekonomian. Artinya, bersikap percaya diri dan ceria dapat meringankan suasana hati yang buruk akibat bayang-bayang resesi.

3. Beri Harapan pada Atasan

Cara menghadapi resesi ekonomi selanjutnya ialah memperlakukan pemimpin dengan baik dan tanpa tekanan. Pasalnya, ketidakpastian resesi juga menjadi pengalaman berat bagi bos di perusahaan Anda.

Oleh karena itu, saat ini adalah bukan waktu yang tepat untuk memperdebatkan kenaikan jabatan. Sebaliknya, cobalah untuk membantu menangani persoalan dalam lingkungan pekerjaan Anda.

4. Menjadi Karyawan yang Loyal

Belakangan ini, istilah quiet quitting sedang hangat diperbincangkan. Fenomena ini merujuk pada kebiasaan generasi Z yang enggan bekerja di luar job desc mereka. 

Selama ada ancaman resesi, alangkah lebih baik jika Anda berkontribusi lebih kepada perusahaan. Karena biasanya pemimpin juga akan mempertimbangkan antusiasme karyawan.

Selanjutnya: 5. Kelola Ulang Anggaran ...






Walt Disney PHK 7 Ribu Pekerja untuk Hemat Rp83 Miliar

9 jam lalu

Walt Disney PHK 7 Ribu Pekerja untuk Hemat Rp83 Miliar

Walt Disney mengumumkan restrukturisasi besar-besaran dengan memangkas 7.000 pekerjaan untuk menghemat Rp83 miliar


Rupiah Menguat 30 Poin di Level Rp 15.117 per Dolar AS

1 hari lalu

Rupiah Menguat 30 Poin di Level Rp 15.117 per Dolar AS

Rupiah menguat 30 poin di level Rp 15.117 per dolar AS dalam perdagangan Rabu, 8 Februari 2023


Sayurbox Tutup Gudang di Karawaci dan Cibubur

1 hari lalu

Sayurbox Tutup Gudang di Karawaci dan Cibubur

Penutupan gudang Sayurbox diklaim tidak akan ganggu pelayanan pengiriman barang di kawasan Cibubur dan Karawaci.


Harga Kendaraan Listrik Turun, Rivian Automotif PHK 840 Karyawan

1 hari lalu

Harga Kendaraan Listrik Turun, Rivian Automotif PHK 840 Karyawan

Rivian Automotif melakukan PHK terhadap 840 karyawan karena kondisi perusahaan sedang mengalami kesulitan ekonomi dan harga kendaraan listrik turun.


Zoom Mengkonfirmasi Akan PHK 1.300 Karyawan

1 hari lalu

Zoom Mengkonfirmasi Akan PHK 1.300 Karyawan

Zoom pada Selasa, 7 Februari mengkonfirmasi akan melakukan PHK pada 1.300 pegawainya menyusul melambatnya permintaan pada layanan video konferensi itu


Bukan Resesi, Chatib Basri Sebut Ada Risiko Perlambatan Ekonomi RI Meski Kini Tumbuh Kuat

2 hari lalu

Bukan Resesi, Chatib Basri Sebut Ada Risiko Perlambatan Ekonomi RI Meski Kini Tumbuh Kuat

Chatib Basri menyebutkan angka pertumbuhan ekonomi sepanjang 2022 sebsesar 5,31 persen sesuai dengan prediksinya lantaran ekonomi tumbuh kuat.


4 Poin Penting yang Disebut Rhenald Kasali agar Indonesia Tidak Resesi, Apa Saja?

3 hari lalu

4 Poin Penting yang Disebut Rhenald Kasali agar Indonesia Tidak Resesi, Apa Saja?

Rhenald Kasali menyebutkan empat hal penting agar Indonesia bisa terhindar dari resesi.


Ribuan Buruh Bakal Demonstrasi Besar-besaran Tolak Perpu Cipta Kerja Hari Ini, Apa Saja Tuntutannya?

3 hari lalu

Ribuan Buruh Bakal Demonstrasi Besar-besaran Tolak Perpu Cipta Kerja Hari Ini, Apa Saja Tuntutannya?

Partai Buruh dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) akan menggelar unjuk rasa besar-besaran hari ini, Senin, 6 Februari 2023. Dalam tuntutannya, mereka menuntut DPR RI untuk menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja atau dikenal Perpu Cipta Kerja, mempertimbangkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan, dan segera mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).


Terpopuler: Pemerintah Diminta Tak Jumawa Respons Ancaman Resesi, Jokowi Akan Terbitkan PP Dana SDM Desa

3 hari lalu

Terpopuler: Pemerintah Diminta Tak Jumawa Respons Ancaman Resesi, Jokowi Akan Terbitkan PP Dana SDM Desa

Berita terpopuler sepanjang kemarin dimulai dari Rhenald Kasali yang mengingatkan pemerintah agar tak jumawa dalam menghadapi ancaman resesi.


Harga Minyak Diprediksi Jeblok ke USD 68 per Barel, Analis: Pasar Khawatirkan Resesi

4 hari lalu

Harga Minyak Diprediksi Jeblok ke USD 68 per Barel, Analis: Pasar Khawatirkan Resesi

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga minyak dunia masih akan melanjutkan tren pelemahan pada esok hari, Senin.