Kenaikan Harga Komoditas bagai Durian Runtuh, Mendag Prediksi Ekspor RI Tetap Moncer

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam acara peresmian ekspor baja PT GRP di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat pada Selasa, 26 Juli 2022. (Foto: Norman Senjaya)

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memastikan kinerja ekspor Indonesia masih akan terus tumbuh setelah kuartal II 2022. Ekspor mampu menjadi salah satu indikator utama yang menopang pertumbuhan ekonomi di level 5,44 persen secara tahunan.

Menurut dia, kinerja perdagangan bakal terjaga karena situasi ekonomi global yang penuh tekanan akibat tingginya harga-harga komoditas memberikan keuntungan bagi produk ekspor dalam negeri. Apalagi, tekanan ekonomi disebabkan oleh permasalahan pasokan barang global.

"Masih akan tetap memberikan keuntungan pada harga komoditas dan menjadi durian runtuh atau windfall bagi kinerja ekspor komoditas Indonesia ke depan," kata Zulkifli alias Zulhas, melalui siaran pers, Ahad, 7 Agustus 2022.

Kendati begitu, pemerintah memastikan akan mengantisipasi dampak kondisi global melalui penguatan faktor-faktor produksi di dalam negeri. Pemerintah memprioritaskan stok demi menjaga kestabilan harga dan ketersedian bahan pokok. 

Selain itu, Kementerian Perdagangan akan aktif melakukan diversifikasi akses pasar ekspor melalui sejumlah perjanjian perdagangan. Langkah ini, menurut Zulhas, dilakukan untuk menjaga agar kinerja ekspor Indonesia yang tumbuh sangat baik sejak awal tahun ini.

Pada kuartal II 2022, dia melanjutkan, kinerja ekspor Indonesia masih mampu terus tumbuh dua digit di level 19,74 persen. Komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi mencapai 24,68 persen dari produk domestik bruto (PDB).

“Penguatan ekspor yang tinggi tersebut salah satunya didorong kenaikan harga komoditas dunia akibat konflik Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan disrupsi pasokan global serta kenaikan permintaan negara mitra pascapandemi,” ucap dia.

Selama periode yang sama, ekspor migas Indonesia pun tercatat tumbuh US$ 4,46 miliar atau 35,17 persen dibandingkan dengan kuartal I 2022. Sedangkan ekspor nonmigas tercatat US$ 70,46 miliar atau tumbuh 12,12 persen dibandingkan kuartal I 2022.

Produk ekspor yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah bahan bakar mineral (HS 27), seperti batu bara, besi, dan baja (HS 72) yang merupakan produk turunan nikel; bijih logam (HS 26), mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85); serta berbagai produk kimia (HS 38). "Kinerja ekspor ini menjadi akselerator penopang ekonomi Indonesia pada kuartal II yang tumbuh positif 5,44 persen yoy. Ini merupakan momentum yang perlu kita jaga di tengah kondisi pelemahan ekonomi global dan tekanan inflasi yang meningkat di berbagai negara,” ujar Zulhas.

Berdasarkan negara tujuan ekspornya, Zulhas mengatakan ekspor ke Cina menembus US$ 15,18 miliar. Sedangkan ke India mampu menyentuh US$ 6,89 miliar.

Zulhas menuturkan, dengan kinerja ekspor ini, pada periode Januari-Juni 2022, total surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar US$ 24,89 miliar. Surplus ini, kata dia, menjadi yang tertinggi dan melampaui rekor surplus sebelumnya pada 2007 sebesar US$ 20,15 miliar.

"Dengan pertumbuhan ekspor yang tinggi, neraca perdagangan Indonesia pada kuartal II mencatat surplus yang cukup lebar mencapai US$ 15,55 miliar. Nilai ini melampaui surplus kuartal I yang hanya tercatat sebesar US$ 9,33 miliar,” kata Zulhas.

Baca: Kemenhub Surati Bos-bos Maskapai Imbau Turunkan Harga Tiket Pesawat: Daya Beli Belum Pulih

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Ekonomi Global Tak Menentu, Bos OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Indonesia Terjaga

10 jam lalu

Ekonomi Global Tak Menentu, Bos OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Indonesia Terjaga

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar memastikan stabilitas sektor jasa keuangan saat ini tetap terjaga.


Amerika Diprediksi Alami Resesi 2023, Anak Buah Bahlil: Investasi Bisa Melemah

11 jam lalu

Amerika Diprediksi Alami Resesi 2023, Anak Buah Bahlil: Investasi Bisa Melemah

BKPM memprediksi laju investasi akan melambat dengan tantangan resesi ke depan.


Ekonomi 2023 Diprediksi Gelap, Apa yang Harus Dilakukan Startup Digital?

12 jam lalu

Ekonomi 2023 Diprediksi Gelap, Apa yang Harus Dilakukan Startup Digital?

Dalam situasi sulit, investasi perusahaan atau startup terhadap teknologi menjadi salah satu upaya untuk mencapai efisiensi biaya operasional.


Mengulik Dampak Pemberlakuan Batas Harga pada Minyak Rusia

15 jam lalu

Mengulik Dampak Pemberlakuan Batas Harga pada Minyak Rusia

Adanya pembatasan harga atau price cap pada minyak Rusia, yang tidak boleh lebih dari USD 60, bisa berdampak pada output dan inflasi.


Diduetkan dengan Ganjar Pranowo, Erick Thohir: Saya Bukan Orang Partai

1 hari lalu

Diduetkan dengan Ganjar Pranowo, Erick Thohir: Saya Bukan Orang Partai

Erick Thohir merespon isu soal dirinya akan disandingkan dengan Ganjar Pranowo oleh Partai Amanat Nasional dalam Pilpres 2024.


Sebut Ekonomi RI 2023 Tertekan, Apindo Ungkap Sektor Usaha yang Omsetnya Turun Signifikan

1 hari lalu

Sebut Ekonomi RI 2023 Tertekan, Apindo Ungkap Sektor Usaha yang Omsetnya Turun Signifikan

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Hariyadi B. Sukamdani mengungkapkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia tertekan pada tahun 2023.


Apindo Yakin Ekonomi RI 2023 5 Persen Lebih Meski Ketidakpastian Global Masih Sangat Tinggi

1 hari lalu

Apindo Yakin Ekonomi RI 2023 5 Persen Lebih Meski Ketidakpastian Global Masih Sangat Tinggi

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Hariyadi B. Sukamdani membeberkan proyeksi pertumbuhan ekononi Indonesia pada tahun 2023.


Top 3 Dunia: Vladimir Putin Cari Pembeli Baru Setelah Eropa Batasi Harga Minyak Rusia

1 hari lalu

Top 3 Dunia: Vladimir Putin Cari Pembeli Baru Setelah Eropa Batasi Harga Minyak Rusia

Top 3 dunia pada 4 Desember 2022, didominasi berita tentang minyak Rusia setelah Uni Eropa membatasi harga minyak Rusia USD60 per barrel, tak lebih.


Moeldoko Pastikan Indonesia Ajukan Banding atas Gugatan Nikel di WTO: Harus Diperjuangkan Habis-habisan

2 hari lalu

Moeldoko Pastikan Indonesia Ajukan Banding atas Gugatan Nikel di WTO: Harus Diperjuangkan Habis-habisan

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memastikan Indonesia akan mengajukan banding setelah kalah atas gugatan ekspor nikel di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Menurut dia, target hilirisasi nikel itu harus diperjuangkan demi kepentingan nasional.


Terpopuler: 172 Obat Sirup yang Dinyatakan Aman oleh BPOM, Janji Mendag soal Harga Minyak

2 hari lalu

Terpopuler: 172 Obat Sirup yang Dinyatakan Aman oleh BPOM, Janji Mendag soal Harga Minyak

BPOM mengumumkan ada 172 obat sirup yang bisa dikonsumsi.