Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Rusia vs Ukraina Kian Memanas, Harga Minyak Dunia Akan Tembus USD 200 per Barel?

image-gnews
Ilustrasi kilang minyak dunia. REUTERS/Vivek Prakash
Ilustrasi kilang minyak dunia. REUTERS/Vivek Prakash
Iklan

Ditambah dengan data harga konsumen AS minggu ini yang diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan tahunan di stratosfer 7,9 persen, dan ukuran inti di 6,4 persen, inflasi global bakal turut tersulut. Hal-hal ini yang diprediksi bakal makin memperumit gambaran kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) ketika bertemu minggu ini.

Ekonom di NAB, Tapas Strickland, menyatakan, potensi stagflasi sudah sangat nyata. Ia memperkirakan ECB bakal mempertahankan fleksibilitas maksimum dengan program pembelian asetnya sebesar 20 miliar euro hingga kuartal kedua dan berpotensi seterusnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Sehingga secara efektif mendorong waktu kenaikan suku bunga," kata Strickland. "Namun, perkiraan IHK (indeks harga konsumen) yang lebih tinggi, kenaikan suku bunga akan diperlukan dalam waktu dekat."

Dengan prospek jangka pendek dari ECB yang lebih dovish dikombinasikan dengan aliran safe-haven dinilai bakal mendorong imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman turun sebesar 32 basis poin minggu lalu. Imbal hasil 10-tahun AS turun 1,69 persen, setelah turun 23 basis poin minggu lalu.

Adapun dana berjangka The Fed juga naik karena pasar memperkirakan laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat dari bank sentral Amerika Serikat itu tahun ini. Walaupun  kenaikan Maret masih dilihat sebagai kesepakatan yang sudah selesai.

Dengan prospek pertumbuhan Eropa yang kian suram, mata uang tunggal terpukul dan jeblok hingga 3 persen minggu lalu ke level terendah sejak pertengahan 2020. Euro terakhir turun 0,6 persen pada 1,0864 dolar dan dalam bahaya menguji level 2020 di sekitar 1,0635 dolar. Euro juga jatuh terhadap franc Swiss hingga mencapai 1,0000 untuk pertama kalinya sejak awal 2015.

Sementara itu, dolar AS secara luas menguat, sebagian didukung oleh laporan penggajian yang kuat yang hanya menegaskan kembali ekspektasi pasar untuk kenaikan Fed bulan ini. Indeks dolar terakhir di 98,877 setelah naik 2,3 persen minggu lalu.

"Peristiwa di Ukraina semakin menekan euro," kata Richard Franulovich, kepala strategi valas di Westpac. "Dengan arus safe-haven yang kemungkinan akan berlanjut untuk beberapa waktu dan pejabat Fed ingin melanjutkan rencana normalisasi kebijakan mereka, 100+ untuk (indeks dolar) hanyalah masalah waktu."

Imbas lonjakan harga minyak dunia itu mengerek komoditas harga emas. Emas menjadi salah satu tempat berlabuh aman tertua dan terakhir naik 1 persen persen menjadi diperdagangkan di US$ 1.988 per ounce.

ANTARA

Baca: Turis dari 23 Negara Dapat Visa on Arrival di Bali per Hari Ini, Simak Daftarnya

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Lanjutkan Penguatan, Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp 16.136 per Dolar AS

27 menit lalu

Pegawai tengah menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika di Penukaran Valuta Asing PT Ayu Masagung, Jakarta, Kamis 20 Juni 2024. Rupiah spot berbalik melemah pada perdagangan Kamis (20/6) pagi. Pukul 09.10 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.391 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,16% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.365 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan
Lanjutkan Penguatan, Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp 16.136 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah hari ini ditutup menguat 58 poin menjadi Rp 16.136 per dolar AS.


Anggaran Kompensasi Subsidi BBM Tahun Ini Diprediksi Naik, Ini Tanggapan Pertamina

1 hari lalu

Aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina di jalan MT Haryono, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2024. Di sisi lain, peningkatan itu berdampak pada membengkaknya belanja negara sekitar Rp 10 triliun. TEMPO/Tony Hartawan
Anggaran Kompensasi Subsidi BBM Tahun Ini Diprediksi Naik, Ini Tanggapan Pertamina

Pada semester awal, anggaran subsidi BBM telah digelontorkan sebesar Rp8,7 triliun dan LPG 3 kilogram Rp34,2 triliun.


Turun Rp9 Ribu, Harga Emas Antam Hari Ini Rp1.380.000 per Gram

2 hari lalu

Emas fine gold Antam. Foto: logammulia.com.
Turun Rp9 Ribu, Harga Emas Antam Hari Ini Rp1.380.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini Rp1.380.000 per gram atau merosot Rp9.000 dibanding perdagangan kemarin.


Sri Mulyani Perkirakan Nilai Tukar Rupiah Rp 16.000-16.200 di Semester II 2024

3 hari lalu

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 12 Desember 2022. Sri Mulyani menjelaskan sejauh ini prevalensi perokok laki-laki dewasa mencapai 71,3 persen, sehingga membuat Indonesia menduduki peringkat pertama tertinggi di dunia. TEMPO/M Taufan Rengganis
Sri Mulyani Perkirakan Nilai Tukar Rupiah Rp 16.000-16.200 di Semester II 2024

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan nilai tukar rupiah pada semester II 2024 pada rentang Rp 16.000 hingga Rp 16.200 per dolar AS.


Rusia Serang Rumah Sakit Anak-anak di Ukraina, Puluhan Orang Tewas

3 hari lalu

Kendaraan evakuasi medis yang dikendalikan dari jarak jauh TerMIT berputar selama presentasi oleh pabrikan Ukraina, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, di lokasi yang dirahasiakan di luar Kyiv, Ukraina, 28 Mei 2024. REUTERS/Thomas Peter
Rusia Serang Rumah Sakit Anak-anak di Ukraina, Puluhan Orang Tewas

Pasukan Rusia melancarkan serangan rudal terhadap infrastruktur di Ukraina, termasuk sebuah rumah sakit anak-anak.


Stagnan, Harga Emas Antam Hari ini Rp 1.395.000 per Gram

5 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan pembuatan perhiasan emas di Pasar Emas Cikini, Jakarta, Selasa, 4 Juni 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 103,43 pada Mei 203 menjadi 106,37 pada Mei 2024 atau terjadi inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 2,84 persen pada Mei 2024. TEMPO/Tony Hartawan
Stagnan, Harga Emas Antam Hari ini Rp 1.395.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini Rp 1.395.000 per gram atau stagnan bila dibandingkan Sabtu kemarin.


Akhir Pekan Rupiah Ditutup Menguat, Analis Prediksi Senin Depan Bergerak Fluktuatif

6 hari lalu

Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images
Akhir Pekan Rupiah Ditutup Menguat, Analis Prediksi Senin Depan Bergerak Fluktuatif

Rupiah sempat menguat 55 poin di level Rp16.277 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.330.


Terkini: Serikat Pekerja Sebut Alasan di Balik Rencana PHK Karyawan PT Pos Indonesia, Pernyatatan Kemenkes tentang Pemecatan Dekan FK Unair

7 hari lalu

PT Pos Indonesia. ANTARA/M Agung Rajasa
Terkini: Serikat Pekerja Sebut Alasan di Balik Rencana PHK Karyawan PT Pos Indonesia, Pernyatatan Kemenkes tentang Pemecatan Dekan FK Unair

Wacana pemutusan hubungan kerja di lingkungan PT Pos Indonesia santer terdengar. Serikat Pekerja menyebutkan alasannya.


Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 5.000 ke Rp 1.383.000 per gram

7 hari lalu

Petugas menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa, 28 Juni 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 5.000 ke Rp 1.383.000 per gram

Harga emas Antam hari ini naik Rp 5.000 menjadi Rp 1.383.000 per gram.


Harga Emas Antam Turun Rp 3.000

9 hari lalu

Emas fine gold Antam. Foto: logammulia.com.
Harga Emas Antam Turun Rp 3.000

Harga emas batangan Antam hari ini turun Rp 3 ribu menjadi Rp 1.365.000 per gram.