Pelaku Industri Ingin Pemerintah Kembangkan Kendaraan Hybrid dari Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pekerja tengah menyelesaikan pembuatan stan pameran kendaraan bermotor yang tengah mengikuti otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu, 14 April 2021. Pameran ini akan digelar secara online dan offline di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja tengah menyelesaikan pembuatan stan pameran kendaraan bermotor yang tengah mengikuti otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu, 14 April 2021. Pameran ini akan digelar secara online dan offline di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) Hamdani Dzulkarnaen Salim berharap pemerintah lebih dulu mengembangkan kendaraan hybrid atau plug in hybrid sebelum memasuki era kendaraan berbasis baterai listrik (battery electric vehicle/BEV). Hamdani mengatakan industri otomotif membutuhkan waktu untuk menguasai teknologi kendaraan nol emisi tersebut.

    “Beberapa waktu lalu kami asosiasi menyampaikan bahwa kami lebih menyukai Indonesia sebelum menuju elektrifikasi, tahapannya ke hybrid atau plug in hybrid dulu. Kami ingin punya waktu untuk membangun kompetensi lebih dulu dibandingkan jika tahun depan direct berubah ke BEV,” ujar Hamdani dalam webinar, Jumat, 15 Oktober 2021.

    Hamdani menjelaskan, transisi dari kendaraan berbahan bakar minyak ke mobil listrik memberi tantangan besar. Tantangan itu dirasakan oleh semua pelaku usaha, termasuk produsen komponen utama.

    Ia mengatakan produsen membutuhkan waktu untuk pengembangan dan riset agar dapat menguasai teknologi yang digunakan dalam kendaraan listrik. Musababnya, basis pengembangan kendaraan bukan lagi mengandalkan mekanik, melainkan juga CASE, yaitu connectivity, autonomous, shared, dan electric.

    “Kompetensi di bidang elektronik dan kimia menjadi penting, tidak hanya amekanik. kalau dulu mainly orang-orang mekanik,” ujr dia.

    Meski demikian, ia melihat pengembangan kendaraan listrik memberikan peluang bagi industri. Pengembangan kendaraan listrik membuat industri otomotif lebih berkelanjutan serta menjawab isu-isu perihal energi dan karbon.

    Selain itu, munculnya ekosistem kendaraan listrik mendorong munculnya komponen-komponen baru dengan nilai tinggi, seperti baterai, elektro motor, dan baterai manajemen sistem. “Kemudian, tidak berarti dengan munculnya kendaraan listrik, komponen lama akan total habis semua atau tidak terpakai. Lebih dari separuh komponen akan dipakai dalam era elektrifikasi,” ujar Hamdani.

    Baca Juga: BMW Indonesia Pasok Mobil Listrik untuk Diplomat, Dubes UE Terima BMW 530e


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)