Terpopuler Bisnis: Proyek Kereta Cepat Dipimpin Luhut, Utang Waskita Karya Turun

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kanan) meninjau Depo PT KCIC saat melakukan kunjungan kerja di Tegalluar, Kabupaten Bandung, Senin, 12 April 2021. Dalam kunjungan kerja tersebut Luhut meninjau perkembangan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Stasiun Padalarang dan Depo PT KCIC Tegalluar. ANTARA/Raisan Al Farisi

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kanan) meninjau Depo PT KCIC saat melakukan kunjungan kerja di Tegalluar, Kabupaten Bandung, Senin, 12 April 2021. Dalam kunjungan kerja tersebut Luhut meninjau perkembangan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Stasiun Padalarang dan Depo PT KCIC Tegalluar. ANTARA/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta -Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Sabtu 9 Oktober 2021 ini dimulai dengan penilaian Institute for Development of Economics and Finance (Indef) atas sikap Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengalihkan tugas kepemimpinan Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung dari Airlangga Hartarto ke Luhut Binsar Pandjaitan.

    Kemudian informasi korban asuransi yang mempertanyakan klaim Axa Mandiri. Selain itu berita Waskita Karya bisa mengurangi utang perseroan menjadi Rp 5,8 triliun usai menuntaskan transaksi divestasi antara anak usaha yaitu PT Waskita Toll Road (WTR) dengan PT Akses Pelabuhan Indonesia (API).

    Berikut adalah ringkasan dari ketiga berita tersebut:

    1. Jokowi Alihkan Tugas Kereta Cepat ke Luhut, Indef: Indikasi Ada Masalah

    Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Talattov, menilai sikap Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengalihkan tugas kepemimpinan Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung dari Airlangga Hartarto ke Luhut Binsar Pandjaitan mengindikasikan suatu masalah.

    Abra melihat adanya sinyal kinerja yang tidak efektif saat komite proyek jumbo itu dipimpin Airlangga sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

    “Ini menjadi sinyal masalah tidak efektifnya kepemimpinan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Airlangga) dalam proyek ini. Bisa kita baca, ada yang tidak benar dalam kepemimpinan Pak Airlangga sehingga mempercayakan proyek ke Pak Luhut,” ujar Abra saat dihubungi Tempo, Sabtu, 9 Oktober 2021.

    Jokowi menunjuk Luhut sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung melalui Peraturan Presiden Nomor 93 tahun 2021 yang terbit pada 6 Oktober 2021. Perpres juga mengatur perubahan pendanaan proyek sepur yang semula tidak mengandalkan APBN, kini dapat didukung oleh uang negara.

    Proyek kereta cepat sempat mengalami kendala karena membengkaknya kebutuhan investasi. Anggaran proyek ini diestimasikan bertambah US$ 1,9 miliar atau dari semula Rp 27,17 triliun menjadi Rp 113,9 triliun.

    Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.