Dianggap Efektif Menurunkan Penjualan, Pemerintah Pastikan Naikkan Cukai Rokok

Reporter

Iwan (27 tahun) memanen daun tembakau di kawasan dataran tinggi Kiarapayung, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, 27 Februari 2021. Petani tembakau sendiri mengecam kenaikan tarif cukai rokok 12,5 persen yang berimbas pada daya serap tembakau di pasar, setelah pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau rata-rata tertimbang sebesar 12,5% pada 1 Februari 2021. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Keuangan memastikan kenaikan cukai rokok tahun depan. Menurut Kepala Sub Bidang Cukai Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI, Sarno, kenaikan cukai rokok efektif menurunkan penjualan batang rokok per tahun. 

"2019, tidak ada kenaikan cukai, penjualan mencapai 356,5 miliar batang karena harga rokok Rp 22.940 per bungkus. Pada 2020, ada kenaikan cukai rokok membuat per bungkusnya dijual Rp 24.632, maka penjualan berkurang menjadi 322 miliar batang," kata Sarno dalam pemaparannya pada webinar Dukungan Kenaikan Cukai dan Harga Rokok yang digelar Center of Human and Economic Development (CHED) Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta, Kamis, 7 Oktober 2021. 

Melihat fakta tersebut, kata Sarno, Kementerian Keuangan memilih untuk menaikkan cukai rokok lantaran dinilai efektif mengendalikan konsumsi tembakau. Sebab, kenaikan cukai akan diikuti dengan naiknya harga jual rokok yang membuat anak-anak kesulitan membelinya.  

"Dukungan berbagai pihak itu membuat kami semangat untuk mendukung kesehatan masyarakat. Kalau masyarakat sehat, anggaran juga tidak jebol," kata Sarno. 

Ia mengatakan, Kementerian Keuangan juga memiliki target untuk menurunkan prevalensi perokok anak dari 9,1 persen menjadi 8,7 persen sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN 2024. "Target penurunkan prevalensi perokok anak menjadi 8,7 persen itu jadi parameter kami dalam menyusun anggaran," tuturnya. 

Sarno menuturkan, dalam menaikkan cukai rokok, kementeriannya mempertimbangkan persoalan kesehatan, penerimaan negara, tenaga kerja, petani, industri, tata niaga bahan baku, dan rokok ilegal. "Tentu Ibu Sri Mulyani sebagai seorang ibu amat memperhatikan masalah kesehatan anak-anak agar tercapai bonus demografi anak-anak Indonesia di masa depan yang unggul," kata dia. 

Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Mukhaer Pakkanna mendukung pemerintah menaikkan cukai rokok. "Kami mendukung jihad Ibu Sri Mulyani yang dari awal menggembar-gemborkan kenaikan cukai," tuturnya. 

Menurut Mukhaer, Kementerian Keuangan perlu mendapatkan tambahan semangat untuk menambal desifit keuangan negara sebesar 5,7 persen. "Salah satunya yang kita harapkan adalah mengoptimalkan penerimaan negara dari pajak dan cukai rokok." 

Mukhaer, yang juga Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga merekomendasikan perlunya diversifikasi obyek cukai. Diversifikasi itu penting agar kita tidak sekadar mengandalkan cukai rokok. "Bisa juga minuman pemanis, plastik meskipun juga enggak mudah," katanya. 

Usulan berikutnya, kata Mukhaer, pemerintah sebaiknya segera merevisi UU No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Ia merujuk pada Pasal 5 ayat 4, yakni penentuan besaran target penerimaan negara dari cukai pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta alternatif kebijakan menteri dalam mengoptimalkan upaya mencapai target penerimaan, tetap memperhatikan kondisi industri dan aspirasi pelaku usaha industri.

"Setiap kali hendak menaikkan cukai rokok, pasti selalu mendengar para pengusaha rokok yang sehari-hari, mereka sendiri juga tidak merokok," katanya sambil memperlihatkan wajah para taipan Indonesia, pemilik pabrik rokok terbesar di Tanah Air. "Jika tujuannya untuk kesehatan dan mereka tidak merokok, seharusnya setiao pemerintah menaikkan cukai rokok ya tidak dihambat dan mendukungnya."

Baca juga: Kemenkeu Ingin Naikkan Cukai Rokok Agar Konsumen Anak Turun Jadi 8,7 Persen






Social Smoker Merokok Hanya Saat Nongkrong, Benarkah Awal Mula Menuju Kecanduan ?

12 jam lalu

Social Smoker Merokok Hanya Saat Nongkrong, Benarkah Awal Mula Menuju Kecanduan ?

Social smoker ialah orang yang merokok hanya saat berkumpul. Misalnya di pub, bar, klub malam, atau acara musik dibandingkan saat sendirian.


Cukai Rokok Naik, Ini Fasilitas yang Bisa Dibangun Pakai Duit Pungutan Tembakau

19 jam lalu

Cukai Rokok Naik, Ini Fasilitas yang Bisa Dibangun Pakai Duit Pungutan Tembakau

Bukan hanya untuk mengontrol konsumsi rokok, cukai tembakau bisa dimanfaatkan untuk membangun fasilitas umum.


Pesan Dokter Paru buat Pengisap Rokok Elektrik

6 hari lalu

Pesan Dokter Paru buat Pengisap Rokok Elektrik

Rokok elektrik atau vape dinilai sama berbahaya dengan rokok konvensional. Berikut penjelasan dokter paru.


Pemicu Munculnya Perokok Anak, Dimulai dari Keluarga

8 hari lalu

Pemicu Munculnya Perokok Anak, Dimulai dari Keluarga

Selain orang tua, lingkungan pergaulan anak juga memiliki andil membuat anak menjadi perokok. Apa lagi yang mempengaruhi?


Gubernur BI Prediksi Inflasi Pangan pada Semester Pertama 2023 Masih Tinggi: Perlu Dikendalikan

9 hari lalu

Gubernur BI Prediksi Inflasi Pangan pada Semester Pertama 2023 Masih Tinggi: Perlu Dikendalikan

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprediksi inflasi pada paruh pertama tahun ini masih akan tinggi.


Kemenperin Berharap Produksi Olahan Tembakau Inovatif Bisa Meningkatkan Kontribusi Ekspor

11 hari lalu

Kemenperin Berharap Produksi Olahan Tembakau Inovatif Bisa Meningkatkan Kontribusi Ekspor

Kementerian Perindustrian atau Kemenperin terus berupaya mendukung iklim investasi produk olahan tembakau inovatif sebagai bagian dari Industri Hasil Tembakau (IHT)


Dokter Sebut Rokok Elektrik Tak Lebih Aman dari Rokok Konvensional

12 hari lalu

Dokter Sebut Rokok Elektrik Tak Lebih Aman dari Rokok Konvensional

Dokter paru menyatakan rokok elektrik mengandung bahan toksik seperti rokok konvensional sehingga tidak lebih aman.


Waspadalah, Dokter Sebut Bahaya Rokok Elektrik

12 hari lalu

Waspadalah, Dokter Sebut Bahaya Rokok Elektrik

Pakar mengatakan toksisitas rokok elektrik atau vape pada tubuh pengguna memang nyata, disebut vape, banyak yang mulai pakai, biasanya kalangan muda.


Benarkah Merokok Dapat Meredakan Stres?

21 hari lalu

Benarkah Merokok Dapat Meredakan Stres?

Merokok diklaim dapat meredakan stres. Benarkah klaim tersebut?


Sederet Kenaikan Tarif 2023 Perberat Beban Hidup

22 hari lalu

Sederet Kenaikan Tarif 2023 Perberat Beban Hidup

Beberapa kebijakan pemerintah soal kenaikan tarif akan berlaku mulai tahun 2023.