3 Alasan Bos BI Yakin Dampak Tapering Lebih Rendah dari Taper Tantrum 2013

Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi bertajuk "Digital Transformation For Indonesian Economy: Finding The New Business Models" di Hotel Kempinski, Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2020. (Foto: Norman Senjaya)

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan jajarannya telah membahas, memantau, dan melakukan asesmen mengenai rencana tapering bank sentral AS. Menurut dia, dampak tapering kali ini tidak akan seperti taper tantrum 2013 lalu.

"Insya Allah dampak tapering bisa diantisipasi secara baik dan lebih rendah kalau dibanding Fed taper tantrum 2013," ujar Perry dalam konferensi pers, Selasa, 21 September 2021.

Alasan pertama, menurut Perry, The Fed sudah melakukan komunikasi dengan baik kepada investor, media dan masyarakat. Ia pun menyimpulkan bahwa kemungkinan pengurangan likuiditas dilakukan pada November dan berlanjut di 2022, serta kemungkinan suku bunga acuan The Fed naik di triwulan III 2022.

Perry mengatakan komunikasi tersebut pun sudah diterima dan dipahami oleh pasar. Hal tersebut terlihat pada US Treasury Yield. "Dengan pemahaman yang baik dari pasar tidak terjadi suatu kenaikan besar meski jangka panjang ada cenderung kenaikan," ujar dia.

Apabila dibandingkan dengan taper tantrum April-Mei 2013, kata Perry, dalam tempo satu hingga dua bulan. US treasury yield naik untuk 10 tahun jadi 3,5 persen. "Sekarang kenaikannya tidak terlihat signifikan dan mengalami lebih secara bertahap."

Alasan kedua yang membuat Perry yakin dampak tapering kali ini tidak seperti taper tantrum beberapa tahun lalu adalah adanya langkah BI dan pemerintah yang melakukan langkah bersama melakukan stabilisasi. Ia mengatakan BI melakukan intervensi lapis tiga atau triple intervention.

"Melalui swap, DNDF, dan kalau diperliukan pembelian SBN dari pasar sekunder. Sejak awal tahun dan sekarang tidak banyak BI melakukan intervensi. Mekanisme pasar tampak bisa akomodasi penyesuaian yang ada. Bahkan tadi saya sampaikan rupiah tetap stabil," tutur dia.

Alasan ketiga, kata bos Bank Indonesia, adalah karena ketahanan ekonomi Indonesia. Indikatornya adalah defisit transaksi berjalan yang rendah. Perry memprediksi defisit transaksi berjalan tahun ini 0,6-1,4 persen per PDB. "bandingkan dengan tahun 2018 yang melebihi 3 persen PDB," ujar dia. Ketahanan eksternal indonesia juga tercermin dari Cadangan Devisa yang mencapai US$ 144,4 miliar.

BACA: Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Triwulan III Naik 5 Persen

 

CAESAR AKBAR






Naik Lagi, Berikut Daftar Harga Beras Per Februari 2023 Terbaru

3 jam lalu

Naik Lagi, Berikut Daftar Harga Beras Per Februari 2023 Terbaru

Daftar harga beras per Februari 2023 menurut BPS, Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional, hingga Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional


Sri Mulyani Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Ekonom: Soal Pengalaman Bagus, tapi ...

1 hari lalu

Sri Mulyani Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Ekonom: Soal Pengalaman Bagus, tapi ...

Direktur Celios menanggapi nama Sri Mulyani Indrawati yang diisukan masuk dalam bursa calon Gubernur Bank Indonesia (BI).


Calon Gubernur BI Minimal Punya 5 Kriteria Ini, Kata Ekonom Celios

1 hari lalu

Calon Gubernur BI Minimal Punya 5 Kriteria Ini, Kata Ekonom Celios

Masa jabatan Gubernur BI Perry Warjiyo akan berakhir pada Mei 2023. Celios membeberkan 5 kriteria calon Gubernur BI yang baru.


Tekan Infasi Lebih Rendah, The Fed Naikkan Suku Bunga 0,25 Persen

1 hari lalu

Tekan Infasi Lebih Rendah, The Fed Naikkan Suku Bunga 0,25 Persen

The Fed mengatakan ekonomi AS menikmati "pertumbuhan moderat" .


Rupiah Naik Seiring Keputusan Kenaikan Suku Bunga the Fed

1 hari lalu

Rupiah Naik Seiring Keputusan Kenaikan Suku Bunga the Fed

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi naik seiring dengan keputusan the Fed menaikkan suku bunga acuannya.


Profil Singkat Sri Mulyani, Menteri Keuangan Indonesia dan Riwayat Pekerjaannya

2 hari lalu

Profil Singkat Sri Mulyani, Menteri Keuangan Indonesia dan Riwayat Pekerjaannya

Sri Mulyani Indrawati digadang-gadang menjadi calon Gubernur Bank Indonesia atau Gubernur BI, menggantikan Gubernur BI Perry Warjiyo.


Terkini Bisnis: Jokowi Berpesan ke Buwas Soal Mafia Beras, 300 Slot Beasiswa S2 dari Kominfo

2 hari lalu

Terkini Bisnis: Jokowi Berpesan ke Buwas Soal Mafia Beras, 300 Slot Beasiswa S2 dari Kominfo

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Rabu sore, 1 Februari 2023 dimulai Bos Bulog Budi Waseso alias Buwas menemui Jokowi.


Sri Mulyani, Dulu Dianggap Layak Jadi Presiden Bank Dunia, Kini Masuk Bursa Calon Gubernur BI

2 hari lalu

Sri Mulyani, Dulu Dianggap Layak Jadi Presiden Bank Dunia, Kini Masuk Bursa Calon Gubernur BI

Sri Mulyani diisukan masuk bursa calon Gubernur Bank Indonesia. Pada tahun 2019, Sri Mulyani juga dianggap layak menjadi Presiden Bank Dunia.


Inflasi Januari 2023 Mencapai 0,34 Persen, BPS: Disumbang Komoditas Pangan

2 hari lalu

Inflasi Januari 2023 Mencapai 0,34 Persen, BPS: Disumbang Komoditas Pangan

BPS mengumumkan laju inflasi pada Januari 2023 sebesar 0,34 persen month to month (mtm) bila dibandingkan Desember 2022.


Sebut Tekanan Global ke Perekonomian Indonesia Agak Mereda, Jokowi: Kalau Gak Optimis, Keliru

2 hari lalu

Sebut Tekanan Global ke Perekonomian Indonesia Agak Mereda, Jokowi: Kalau Gak Optimis, Keliru

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan perekonomian Indonesia kini berangsur mulai bisa lepas dari tekanan krisis ekonomi global.