Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Triwulan III Naik 5 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan pemaparan dalam acara Digital Transformation For Indonesian Economy di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020. TEMPO menggelar acara diskusi bertajuk Digital Transformation For Indonesian Economy dengan tema Finding The New Business Models. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan pemaparan dalam acara Digital Transformation For Indonesian Economy di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020. TEMPO menggelar acara diskusi bertajuk Digital Transformation For Indonesian Economy dengan tema Finding The New Business Models. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan ekonomi Indonesia triwulan III-2021 tumbuh hingga lima persen  dan pada triwulan IV-2021 tumbuh 4,5 persen. Bos BI yakin ekonomi tumbuh seiring perbaikan beberapa indikator. 

    "Tentu saja ini akan terus kami pertimbangkan juga perkembangan-perkembangan selanjutnya," tutur Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan September 2021 secara daring di Jakarta, Selasa 21 September 2021.

    Dengan demikian, ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 dapat mencapai rentang 3,5 persen sampai dengan 4,3 persen.

    Pada periode Agustus hingga awal September 2021, aktivitas ekonomi domestik memang berangsur membaik, setelah mengalami perlambatan pada Juli 2021.

    Menurut Perry, perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kembali membaiknya mobilitas masyarakat sejalan dengan pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas sebagai dampak respons penanganan COVID-19 yang semakin baik.

    "Perbaikan tercermin pada kinerja berbagai indikator dini, seperti penjualan eceran, ekspektasi konsumen, PMI Manufaktur, serta transaksi pembayaran melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan Real Time Gross Settlement (RTGS) yang kembali meningkat," tegasnya.

    Di sisi eksternal, ia menilai kinerja ekspor terus meningkat didukung oleh tetap kuatnya permintaan mitra dagang utama.

    Ke depan, perbaikan ekonomi diperkirakan terus berlanjut sejalan dengan akselerasi vaksinasi, kinerja ekspor yang tetap kuat, pembukaan sektor-sektor prioritas yang semakin luas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut.

    BACA: Modal Asing Masuk USD 1,5 Miliar, BI: Faktor Rupiah Menguat Belakangan

     

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.