Luhut Klaim Okupansi Bed Rumah Sakit di Jakarta Sudah Turun Banyak

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Pandjaitan yang dijuluki sebagai Menteri Segalanya ini, bukan hanya sekali merangkap sejumlah jabatan. Sebelumnya Luhut ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi pimpinan sementara di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menggantikan Edhy Prabowo yang diciduk KPK. REUTERS/Darren Whiteside

    Luhut Binsar Pandjaitan yang dijuluki sebagai Menteri Segalanya ini, bukan hanya sekali merangkap sejumlah jabatan. Sebelumnya Luhut ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi pimpinan sementara di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menggantikan Edhy Prabowo yang diciduk KPK. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim okupansi atau tingkat keterisian bed rumah sakit, khususnya di Jakarta, telah menurun. Penurunan terjadi seiring dengan peningkatan jumlah tempat isolasi terpusat di Ibu Kota.

    “Jadi ini isolasi terpusat masih berapa ribu di Jakarta, lalu rumah sakit bed-nya juga turun sekarang, sudah turun banyak. Apalagi ini juga ada rumah oksigen, saya berterima kasih sekali kepada para Kepala Dinas, GoTo, Samator, Master Steel, Tripatra, Halodoc dan TNI, dan pihak terkait lainnya karena ini dapat menampung lebih banyak pasien isolasi mandiri saat ini,” ujar Luhut dalam keterangannya, Kamis, 29 Juli 2021.

    Luhut menjelaskan ketersediaan tempat tidur di Jakarta saat ini sudah lebih dari 9.000 unit.  Sedangkan di seluruh Jawa-Bali disiapkan hampir 50 ribu tempat tidur, seperti di Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Bali, dan kota lainnya.

    Dengan penambahan angka tempat tidur ini, pasien Covid-19 dapat langsung ditangani. Dia berharap penanganan terhadap pasien yang tertular virus corona akan  semakin membaik dari hari ke hari.

    Meski demikian, Luhut memastikan pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada masa mendatang. Ia mengatakan pemerintah sedang menggencarkan tracing atau pelacakan untuk mendeteksi virus corona. Teknik tersebut diyakini menjadi kunci penanganan pandemi, namun akan mengakibatkan jumlah kasus terkonfirmasi positif lebih besar.

     “Jadi saya sudah bilang Presiden nanti mungkin jumlah yang diketahui terinfeksi akan naik, namun tidak apa apa, kan dia (pasien Covid-19) tercabut dari keluarganya. Jadi tidak terjadi banyak penularan di keluarga,” kata Luhut.  

    Penanganan terhadap pandemi Covid-19 tidak hanya dilakukan di Jawa dan Bali. Luhut mengatakan pemerintah menyiapkan stok tabung oksigen di luar Jawa.

    “Kita dapat ISO Tank tambahan hampir 20, nah ini akan kita gunakan untuk menampung oksigen yang ada dari Konawe, Jawa, Kalimantan, dan Bali sehingga kami berharap ISO Tank yang kita siapkan ini membantu daripada kekurangan-kekurangan oksigen,” ujar  Luhut.

    Baca: Stok Aman, Luhut Targetkan Vaksinasi 2 Juta Dosis per Hari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.