Rektor Paramadina Kenang Christianto Wibisono: Ahli Ekonomi yang Rajin Menulis

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Christianto Wibisono. TEMPO/Imam Sukamto

    Christianto Wibisono. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini mengenang ekonom senior Christianto Wibisono yang meninggal pada Kamis, 22 Juli 2021. Ia menyebut Christianto sebagai sahabat seniornya.

    Menurut dia, pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia itu adalah ahli ekonomi politik yang sangat rajin menulis buku dan cukup kritis menuangkan buah pikirannya dalam berbagai artikel di media massa.

    Christianto Wibisono pun, kata Didik, diakui termasuk ke dalam 25  ekonom papan atas pada era Orde Baru, berdasarkan tulisan dari pakar ekonomi Sjahrir.

    "Ukuran kepakaran Christianto dan 25 pakar sejawat lainnya dipersempit sebagai ahli ekonomi yang rajin menulis dan menuangkan pemikiran," ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 22 Juli 2021.

    ADVERTISEMENT

    Semasa hidupnya, tutur Didik, Christianto berperan sebagai analis bisnis dan ekonomi politik meskipun bukan lulusan Fakultas Ekonomi, melainkan dari Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Indonesia.

    Salah satu langkah yang dikenang Didik adalah kala Christianto mendirikan Pusat Data Bisnis Indonesia di Tahun 1980. Menurut dia, lembaga ini tidak hanya menyediakan data bisnis, namun juga aktif menggelar seminar yang berbobot, baik terkait data-data bisnis maupun analisis ekonomi politik mengenai bisnis di Indonesia.

    Pasca orde baru pun, menurut Didik, Christianto tetap aktif menulis. Sampai akhirnya, Christianto bersama dia sempat tercatat menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    "Jadi, sepanjang hidupnya CW terus produktif dan tak kenal lelah mendedikasikan dirinya sebagai cendikiawan, pemikir, dan terus menulis buku," ujar Didik.

    Hingga bulan lalu, Didik mengaku masih terus berkomunikasi dengan Christianto. Bahkan, ia mengatakan Christianto sempat mengirimkan buku karangannya berjudul 'Kencan Dinasti Menteng'.

    "Tapi sampai beliau wafat, saya tidak pernah mendiskusikan buku ini. Kecuali di beberapa bagian pemikirannya di grup WA anggota KEN masa SBY, di mana kita berdua ada di situ," kata Didik J Rachbini.

    CAESAR AKBAR

    Baca: 
    Ekonom Christianto Wibisono Tutup Usia, Boediono: Rest in Peace


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.