Pembebasan Lahan Tol Padang Seksi I Sicicin Ditargetkan Tuntas Akhir 2021

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara pembangunan ruas jalan tol Padang - Pekanbaru di Nagari Kasang, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat 26 Februari 2021. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp821 miliar untuk membebaskan lahan Tol Padang-Pekanbaru seksi I sepanjang 32,4 kilometer dengan target pencairan uang ganti kerugian (UKG) yakni sebelum lebaran 2021. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    Foto udara pembangunan ruas jalan tol Padang - Pekanbaru di Nagari Kasang, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat 26 Februari 2021. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp821 miliar untuk membebaskan lahan Tol Padang-Pekanbaru seksi I sepanjang 32,4 kilometer dengan target pencairan uang ganti kerugian (UKG) yakni sebelum lebaran 2021. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembebasan lahan tol Padang-Pekanbaru seksi I Sicicin-Padang diharapkan selesai pada Desember 2021, sehingga proses konstruksi bisa tuntas pada Desember 2022.

    "Kita minta ada laporan harian dalam proses pembahasan lahan ini, supaya kendala bisa cepat diatasi sehingga penyelesaiannya bisa sesuai target," kata Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi di Padang, Sabtu, 10 Juli 2021.

    Menurutnya, dengan kerja sama dan koordinasi dari berbagai pihak termasuk Forkopimda persoalan pembebasan lahan tol itu bisa dilakukan dengan lebih cepat.

    "Masing-masing pihak memiliki kewenangan yang berbeda, karena itu tidak bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri. Harus ada koordinasi dengan semua pihak mulai dari provinsi, Pemkab Padang Pariaman, BPN, Kepolisian, TNI hingga Kejaksaan," katanya.

    Proses pembebasan lahan dengan cara bekerja sama itu telah pernah dilakukan pada proses pembebasan lahan proyek pembangunan Bypass Padang dan berjalan dengan baik. Karena itu dia optimistis dalam waktu dekat penulisan lahan tol Padang-Pekanbaru bisa selesai.

    Senada dengan itu, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy mengatakan sejak beberapa minggu terakhir ia dan tim yang baru ditunjuk oleh Gubernur telah turun langsung ke lapangan untuk percepatan pembebasan lahan.

    "Kita telah turun bersama dengan Kapolda dan bertemu dengan masyarakat. Ternyata tidak ada yang menolak pembangunan, bahkan beberapa pemilik lahan yang dokumennya telah lengkap meminta agar pencairan dana dipercepat," ujarnya.

    Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto, meminta agar tidak ada informasi yang ditutupi dalam tim. Ia percaya kerja sama dengan kewenangan berbeda dalam satu tim akan mempercepat proses pembebasan lahan.

    Ia minta Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk tidak larut dalam persoalan internal pemilik lahan. Jika memang tanahnya telah selesai diukur dan dokumen yang lengkap segera dibayarkan atau dititipkan di pengadilan. Jika ada persoalan yang berkaitan dengan hukum, kepolisian akan menyelesaikan hal tersebut sesuai kewenangannya.

    Kepala BPN Sumbar Syaiful mengatakan pengukuran lahan tol Padang-Pekanbaru seksi I sebenarnya sudah hampir 100 persen rampung. Masalahnya tinggal di kelengkapan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pencairan.

    Ada beberapa pihak yang melakukan penuntutan terhadap BPN terkait lahan namun dengan pendampingan jaksa pengacara negara hal tersebut bisa diselesaikan.

    Beberapa titik yang masih meragukan menurutnya adalah yang berada di kawasan Tarok City karena dikhawatirkan ada overload bayar untuk lahan yang telah diganti kerugian oleh Kabupaten Padang Pariaman.

    Untuk itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berkoordinasi terkait dokumen pengadaan lahan Tarok City agar tidak terjadi pembayaran ganda.

    Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur menyatakan siap berkoordinasi dan membantu dalam hal-hal yang berkaitan dengan pembebasan lahan itu. Bahkan pihaknya bersedia untuk turun langsung ke lapangan bertemu dengan masyarakat pemilik lahan guna membantu tim percepatan pembebasan lahan tol.

    "Informasikan kepada kita mana-mana bidang lahan yang masih bermasalah dan siapa pemiliknya. Kita akan bantu komunikasikan langsung dengan mereka, mudah-mudahan dengan pendekatan seperti itu bisa membantu percepatan pembebasan lahan tol," ujarnya.

    Sementara itu perwakilan PT Hutama Karya, Berlin mengatakan target penyelesaian fisik konstruksi jalan tol seksi I Padang-Sicincin adalah Desember 2022. Hal itu akan bisa terealisasi jika pembebasan lahan bisa tuntas pada Desember 2021.

    Saat ini progres pembangunan seksi I tol Padang-Pekanbaru sudah mencapai 41,43 persen."Pekerjaan pun masih terus dilakukan pada lahan-lahan yang telah terbebaskan. Namun karena masih ada sejumlah titik yang belum terbebas maka pembangunan tidak bisa menerus tapi terpisah-pisah," katanya.

    Baca Juga: Pembebasan Lahan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Seksi 3 Hampir 90 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.