BCA Catat Total Kredit Rp 586,8 T di Triwulan I 2021

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Bank BCA. wikipedia.org

    Logo Bank BCA. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA membukukan total kredit Rp 586,8 triliun di akhir Maret 2021. Angka tersebut terkontraksi -4,25 persen (YoY) bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 612 triliun. Hal itu terjadi karena aktivitas bisnis yang belum pulih sepenuhnya menyebabkan fasilitas tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

    Kendati begitu, fasilitas kredit untuk bisnis naik 6 persen. "Selaras dengan komitmen BCA untuk meningkatkan pembiayaan, fasilitas kredit untuk bisnis naik hingga 6 persen YoY," kata Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja dalam konferensi pers virtual, Kamis, 22 April 2021

    Dia mengatakan kredit korporasi mencapai Rp 262,6 triliun di Maret 2021, naik 0,9 persen YoY. Sementara itu, kredit komersial dan UKM turun 6,4 persen YoY menjadi Rp 178,9 triliun.

    Total kredit konsumer terkontraksi 10 persen YoY menjadi Rp 139,5 triliun. Pada portofolio kredit konsumer, KPR turun 3,4 persen YoY menjadi Rp 89,4 triliun, serta KKB berkurang 23,7 persen YoY menjadi Rp 36 triliun.

    Saldo outstanding kartu kredit turun 10,2 persen YoY ke Rp 11,1 triliun. Pengajuan aplikasi kredit konsumer baru dari BCA Online Expoversary diharapkan akan berkontribusi bagi penyaluran kredit baru pada triwulan II tahun ini.

    Dari total portofolio kredit, sekitar 21,4 persen atau Rp 126,0 triliun merupakan portofolio kredit keuangan berkelanjutan. Dari sisi dana pihak ketiga, BCA berhasil membukukan kinerja yang kuat pada triwulan I 2021. Current account and savings account (CASA) naik 15,4 persen YoY mencapai Rp 655,8 triliun, berkontribusi bagi kenaikan total dana pihak ketiga yang sebesar 14,6 persen YoY menjadi Rp 849,4 triliun.

    Sementara itu, deposito berjangka meningkat 12,2 persen YoY menjadi Rp 193,6 triliun. Kuatnya pertumbuhan dana pihak ketiga mendorong total aset tumbuh 12,1 persen YoY menjadi Rp 1.090,4 triliun di akhir Maret 2021.

    "Tingginya tingkat kepercayaan nasabah serta kuatnya franchise bisnis perbankan transaksi sebagai hasil pengembangan solusi digital secara konsisten, telah memperkokoh kontribusi CASA sebagai dana inti bank," ujar dia. CASA berkontribusi sebesar 77,2 persen dari total dana pihak ketiga di BCA.

    HENDARTYO HANGGI

    Baca juga: BCA Catat Laba Bersih Rp 7 Triliun, Tumbuh 7 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.