Luhut: Kita Tidak Terlalu Lama Lagi Akan Meninggalkan Energi Fosil

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Marves, Luhut Pandjaitan, menegaskan pada pihak Kereta Cepat Indonesia Cina untuk mempercepat penyelesaian konstruksi saat kunjungan kerja ke proyek pengerjaan jalur kereta cepat Jakarta Bandung (KCJB) di area Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 12 April 2021. Padalarang rencananya akan dikembangkan jadi stasiun perhentian KCJB yang sudah memiliki akses rel kereta ke arah pusat Kota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    Menko Marves, Luhut Pandjaitan, menegaskan pada pihak Kereta Cepat Indonesia Cina untuk mempercepat penyelesaian konstruksi saat kunjungan kerja ke proyek pengerjaan jalur kereta cepat Jakarta Bandung (KCJB) di area Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 12 April 2021. Padalarang rencananya akan dikembangkan jadi stasiun perhentian KCJB yang sudah memiliki akses rel kereta ke arah pusat Kota Bandung. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan mempercepat target nol emisi karbon atau net zero emission yang semula diharapkan tercapai pada 2060. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah, tutur Luhut, ialah meningkatkan bauran energi baru terbarukan atau EBT.

    “Kita tidak terlalu lama lagi akan meninggalkan energi fosil dan kita akan masuk ke EBT untuk menghindari pemanasan bumi. Target ini kita dorong sehingga sebisa mungkin lebih cepat dari target 2060,” ujar Luhut dalam acara konferensi pers virtual Grab Langkah Hijau pada Kamis, 22 April 2021.

    Pemerintah menargetkan bauran EBT pada 2025 mencapai 23 persen atau 24 ribu Megawatt. Target itu akan terus naik hingga mencapai 38 ribu Megawatt pada 2035. Saat ini, pemanfaatan EBT baru mencapai 10,5 Gigawatt atau 11,5 persen.

    Bauran EBT didorong untuk menahan laju kenaikan suhu rata-rata global di bawah 2 derajat Celcius. Untuk mencapai target nol emisi, pemerintah menjalin kerja sama dengan beberapa stakeholders, seperti Grab Indonesia. Perusahaan multi-aplikasi penyedia jasa pengantaran penumpang itu sudah memiliki beberapa program untuk mengkampanyekan isu lingkungan hijau, seperti mengoperasikan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau KBLBB.

    “Kami menyambut baik program Grab ini dan mengajak masyarakat Indonesia beralih ke gaya hidup lebih berkelanjutan, seperti menetralkan jejak karbon dan daur ulang sampah, sehingga semakin banyak orang peduli dan tergugah untuk jaga bumi,” kata Luhut.

    Grab Indonesia mencatat jumlah kendaraan listrik yang beroperasi sudah mencapai 7.500 unit dan tersebar di seluruh wilayah operasi perusahaan. Pengoperasian KBLBB oleh Grab, tutur Luhut, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle).

    Luhut berharap inisiasi Grab Indonesia diikuti oleh perusahaan-perusahaan serupa lainnya. “Pemerintah menargetkan 2 juta unit KBLBB roda dua beropasi di 2025. Saya harap Grab dan penyedia transportasi lainnya bisa jadi bagian dari percepatan ini,” ujar Luhut.

    Managing Director of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan perusahaannnya menyediakan platform khusus untuk mendukung kampanye lingkungan hijau. Grab Indonesia saat ini memiliki seperti fitur dukungan untuk penanaman pohon, pengurangan emisi, dan daur ulang.“Kami undang masyarakat untuk menciptakan langkah kolektif bersama,” ujar Ridzki.

    Baca Juga: 5 Fakta Soal Melambungnya Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.