5 Fakta Soal Melambungnya Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta - Bandung di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 13 April 2021. General Manager Material Equipment PT KCIC menyatakan hingga Maret 2021 pembangunan konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung telah mencapai 70 persen dan diperkirakan akan selesai pada akhir 2022 mendatang. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta - Bandung di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 13 April 2021. General Manager Material Equipment PT KCIC menyatakan hingga Maret 2021 pembangunan konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung telah mencapai 70 persen dan diperkirakan akan selesai pada akhir 2022 mendatang. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah bersama konsorsium Badan Usaha Milik Negara yang terlibat dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung terus menggenjot penyelesaian proyek sepur berkecepatan 350 kilometer per jam itu. Salah satu persoalan yang dihadapi dalam keberjalanan proyek tersebut adalah biaya yang membengkak.

    Sumber Tempo yang mengetahui pembahasan proyek tersebut mengatakan pemerintah telah menggelar rapat koordinasi terbatas untuk mendiskusikan persoalan tersebut.

    Rapat yang dihelat pada awal April 2021 dihadiri sejumlah pejabat dari berbagai kementerian antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

    Pemerintah, kata sumber tersebut, belum memutuskan solusi dari melarnya biaya proyek itu. Hingga saat ini, Konsorsium BUMN telah diminta untuk menghitung kembali kebutuhan biaya proyek itu secara lebih rinci.

    Berikut ini adalah sejumlah hal yang dirangkum Tempo mengenai bengkaknya biaya proyek sepur kilat tersebut.

    1. Biaya Proyek Diduga Melonjak 23 Persen

    Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung semula membutuhkan biaya US$ 6,071 miliar. Namun, biaya tersebut diduga membengkak sekitar 23 persen dari nilai semula atau setara dengan Rp 20 triliun. Pembengkakan terjadi lantaran munculnya berbagai kebutuhan yang tidak diprediksi pada awal proyek.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.